Selasa 27 Jan 2026 17:14 WIB

Thomas Djiwandono Janji Jaga Independensi BI Usai Terpilih Jadi Deputi Gubernur

Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi fokus utama.

Rep: Eva Rianti/ Red: Gita Amanda
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Thomas Djiwandono merupakan satu dari tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, melalui  surat Presiden yang dikirim ke DPR RI.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di ruang Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Thomas Djiwandono merupakan satu dari tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto, melalui surat Presiden yang dikirim ke DPR RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Thomas Djiwandono memastikan akan menjaga independensi Bank Indonesia (BI) setelah resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI. Thomas terpilih menggantikan Juda Agung setelah melalui proses tes kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Saya sudah mengikuti segala peraturan dan perundangan yang ada. Saya ingin menyampaikan komitmen saya untuk menjaga independensi bank sentral,” kata Thomas kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga

Thomas menuturkan dalam proses fit and proper test yang dijalaninya pada Senin (26/1/2026), ia menyampaikan pentingnya upaya menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan pandangan yang objektif dan terukur terhadap dirinya. Meski ia merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas menegaskan profesionalitas tetap menjadi pijakan utama dalam menjalankan tugasnya di BI. “Penting bagi masyarakat untuk mengetahui cerita yang sebenarnya selama ini,” ujar dia.

Diketahui, Komisi XI DPR RI memutuskan memilih Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Proses seleksi diikuti oleh tiga kandidat atas rekomendasi Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur BI Perry Warjiyo, yakni Thomas Djiwandono, Solikin M Juhro, dan Dicky Kartikoyono.

Ketiga calon tersebut dinilai oleh DPR RI melalui proses fit and proper test. Thomas kemudian terpilih untuk menduduki jabatan Deputi Gubernur BI.

Meski keputusan itu sempat disangsikan oleh sebagian publik mengingat Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, Komisi XI DPR RI menegaskan independensi BI akan tetap terjaga ke depannya.

Dalam paparan visi dan misinya saat fit and proper test, Thomas menggagas konsep bertajuk GERAK. GERAK merupakan akronim dari governance, efektivitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan.

Thomas berkomitmen membawa bank sentral mampu menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya sinergi antara BI sebagai otoritas moneter dan pemerintah sebagai otoritas fiskal.

Usai pengumuman terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, DPR RI menjadwalkan agenda rapat paripurna. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut agenda tersebut akan berlangsung pada Selasa (27/1/2026).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement