Senin 17 Feb 2020 15:59 WIB

Ini Tantangan Pembangunan MRT Fase 2A

MRT mempertimbangkan kontur tanah dan bangunan cagar budaya di jalur Fase 2A.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda
Warga mengoperasikan ponsel di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2/2020). PT Moda Raya Terpadu (MRT) mulai bulan depan akan memulai pembangunan MRT fase 2A yang akan dimulai dengan paket CP 201 dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Harmoni.
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warga mengoperasikan ponsel di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2/2020). PT Moda Raya Terpadu (MRT) mulai bulan depan akan memulai pembangunan MRT fase 2A yang akan dimulai dengan paket CP 201 dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Harmoni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Moda Raya Terpadu (MRT) mulai bulan depan akan memulai pembangunan MRT fase 2A yang akan dimulai dengan paket CP 201 dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Harmoni. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan ada tantangan tersendiri dalam pembangunan MRT fase 2A.

"Contohnya seperti kondisi tanah yang lebih lunak di Jakarta Utara. Kemudian berbagai bangunan tua dan cagar budaya, kemudian juga adanya Kali Ciliwung yang ada di tengah antara Jalan Ganah Mada dan Jalan Hayam Wuruk," kata Silvia, Senin (17/2).

Baca Juga

Dia menjelaskan semua kondisi fisik tersebut harus ditangani dengan hati-hati. Selain itu, Silvia memastikan metode pembangunan juga harus lebih baik dan kuat sehingga membutuhkan waktu lebih banyak namun harus sesuai target dapat diselesaikan pada Desember 2024.

Paket CP 201 MRT fase 2A dilaukan dengan perusahaan konsorsium Shimizu-Adhi Karya JV. Paket tersebut akan dilakukan dengan pembangunan terowongan sepanjang 2,8 kilometer dari Bundaran HI sampai ke Harmoni serta dua stasiun bawah tanah, yaitu stasiun Thamrin dan Monas.

Silvia memastikan pembangunan Stasiun Monas tidak akan merubah bentuk kawasan Monas. "Ada di bawah tanah. kecuali hanya pintu masuknya saja. Jadi nanti ada pintu masuk utama akan ditempatkan di sisi tenggara dari Monas itu sendiri," ungkap Silvia.

Dia menambahkan desain stasiun MRT di Monas tidak akan mengganggu pandangan atau visual dari Monas. Melaui pintu masuknya, lanjut dia, dimungkinkan adanya akses penumpang juga untuk masuk ke dalam kawasan monas. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement