Kamis 12 Dec 2019 16:54 WIB

Garuda Tinjau Ulang Mutasi Karyawan Garuda

Sejumlah mutasi dan rotasi karyawan Garuda yang tak sesuai akan dikaji ulang.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Pelaksana tugas (plt) dan pelaksana harian (plh) Garuda Indonesia usai bertemu Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (12/).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Pelaksana tugas (plt) dan pelaksana harian (plh) Garuda Indonesia usai bertemu Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (12/).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pejabat sementara Garuda Indonesia berupaya memulihkan kondisi internal perusahaan pascakejadian penyelundupan motor Harley Davidson yang berujung pemberhentian lima direksi. Komitmen ini disampaikan para pejabat sementara Garuda Indonesia saat bertemu Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (12/12).

Pelaksana harian (Plh) Direktur Human Capital Capt Aryaperwira mengatakan mereka akan melakukan pemulihan sejumlah ketentuan yang selama ini berpotensi melanggar ketentuan dari perundang-undangan dan perjanjian kerja bersama (PKB) hingga RUPS pada Januari mendatang.

Baca Juga

"Sejumlah mutasi maupun rotasi karyawan yang tidak memenuhi ketentuan kami tinjau ulang dan kami kembalikan sesuai kebutuhan perusahaan, baik itu operasional maupun kebutuhan pengembangan perusahaan ke depan," ujar Arya. 

Arya menambahkan, manajemen Garuda tengah mempertimbangkan membuat talent pool untuk menunjang pengembangan kompetensi dan keahlian dari karyawan.

"Ini sangat dibutuhkan bagi 8.000 karyawan tetap di Garuda Indonesia," kata Arya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement