Kamis 05 Dec 2019 03:00 WIB

Bioskop Baru Bermunculan, Industri Film akan Menggeliat

Kemunculan bioskop baru akan menjangkau lebih banyak lagi penonton film Indonesia.

Lippo menghadirkan konsep bioskop baru Cinepolis di Pejaten Village, Jaksel. Keberadaan bioskop baru diyakini akan menjangkau lebih banyak lagi penonton film Indonesia.
Foto: Republika/Setyana Viditalivicansera
Lippo menghadirkan konsep bioskop baru Cinepolis di Pejaten Village, Jaksel. Keberadaan bioskop baru diyakini akan menjangkau lebih banyak lagi penonton film Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya penonton film di Indonesia membuat perusahaan jaringan sinema asal Meksiko, Cinepolis, tertarik untuk melebarkan sayapnya di Indonesia. Menurut CEO PT Cinemaxx Global Pasifik Gerald Dibbayawan, tingginya pertumbuhan industri film nasional juga akan semakin lebih progresif apabila didukung dengan peningkatan jumlah layar.

"Industri film Indonesia terus bertumbuh dan menurut saya, jika didukung dengan layar yang semakin dinamis, akan menjangkau lebih banyak lagi penonton domestik," kata Gerald saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Selain itu, Indonesia dengan demografi penduduk yang didominasi oleh milenial dan generasi Z juga menjadi salah satu faktor yang mendorong Cinepolis membuka cabang di Indonesia. Menurut Gerald, Indonesia adalah pasar yang besar tapi bioskopnya belum banyak.

"Ada kesempatan buat kami membuat screen lebih banyak lagi," paparnya.

Lebih lanjut, Gerald menilai bahwa apabila pembuat film juga terus membuat film-film berkualitas, pertumbuhan jumlah penonton juga akan meningkat. Di tahun ini saja, terdapat cukup banyak film Indonesia yang berhasil menembus angka hingga jutaan selama penayangannya. Dilan 1991, contohnya, meraih 5,235,411 penonton, Dua Garis Biru dengan 2,538,473 penonton, dan My Stupid Boss 2 dengan 1,876,052 penonton.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement