Rabu 20 Nov 2019 18:46 WIB

PT SBI Optimistis Pasar Semen Domestik Tetap Tumbuh

Pasar semen domestik saat ini memang banyak dibanjiri semen produk asing.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Fernan Rahadi
 PT Solusi Bangun Indonesia acara Retail Gathering untuk wilayah Bali di Hotel Kartika Discovery, Bali, Jumat (25/10) Setelah nama semen HOLCIM berganti menjadi DYNAMIX , PT Solusi Bangun Indonesia rutin menggelar gathering bagi pemilik toko bangunan dan kontraktor diberbagai daerah untuk mengenalkan semen merek Dynamix agar cepat dikenal ole masyarakat luas dan menjadi pilihan segala kebutuhan pembangunan.
Foto: Dok Dynamix
PT Solusi Bangun Indonesia acara Retail Gathering untuk wilayah Bali di Hotel Kartika Discovery, Bali, Jumat (25/10) Setelah nama semen HOLCIM berganti menjadi DYNAMIX , PT Solusi Bangun Indonesia rutin menggelar gathering bagi pemilik toko bangunan dan kontraktor diberbagai daerah untuk mengenalkan semen merek Dynamix agar cepat dikenal ole masyarakat luas dan menjadi pilihan segala kebutuhan pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Jajaran pimpinan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang memproduksi semen Dynamix, optimistis pasar semen di Indonesia akan terus tumbuh. "Meskipun kompetitor yang masuk ke pasar domestik semakin banyak, tidak ada kata lain bagi kita untuk tetap optimistis," kata Head Of Customer Marketing PT SBI, M Taufiq Hidayat, Selasa (19/11).

PT Solusi Bangun Indonesia, merupakan perusahaan baru yang dibentuk PT Semen Indonesia setelah 93 persen saham PT Semen Holcim dilakukan akuisisi. Produk semen yang dihasilkan PT SBI, dari yang semula menggunakan merek Holcim menjadi merek Dynamix.

Taufik mengakui, pasar semen domestik saat ini memang banyak dibanjiri semen produk asing. Namun dia meyakini, selama ekonomi di Indonesia masih tumbuh, maka pangsa pasar semen PT SBI juga akan tetap tumbuh.

Dia menyebutkan, hingga saat ini omzet penjualan semen produk PT SBI masih tetap tumbuh. Pada tahun 2019, penjualan juga masih tumbuh sekitar 1 persen dibanding tahun sebelumnya. "Meskipun pada tahun ini kita mulai melakukan pergantian merek dari Holcim ke Dynamix, ternyata tidak terjadi penurunan omzet," jelasnya.

PT SBI yang kini membawahi empat pabrik antara lain di Cilacap Jawa Tengah, Bogor Jawa Barat, Tuban Jawa Timur dan Sumatera Utara, memiliki kapasitas produksi hingga 1,4 juta ton per tahun. Namun dari kemampuan kapasitas terpasang tersebut, Taufik mengakui, empat pabrik milik PT SBI baru memproduksi sebanyak 10 juta ton per tahun.

Mengenai proses pergantian merek dari Semen Holcim menjadi Semen Dynamix, Taufik menyebutkan proses pergantian merek ini berlangsung sejak September 2019 lalu.

"Perubahan branding ini dilakukan secara berangsur-angsur. Sambil menghabiskan stok kantong semen lama yang menggunakan merek Holcim, kita ubah merek semen yang tertulis di kantong semen dengan merek Dynamix," katanya.

Dia menyebutkan, produksi semen yang dilakukan perubahan merek tersebut, hanya produk yang dihasilkan tiga pabrik di Jawa. "Sedangkan produk semen dari pabrik yang berada di Sumatera Utara, tidak dilakukan perubahan. Tetap menggunakan merek Semen Andalas," jelasnya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement