Selasa 12 Nov 2019 11:35 WIB

Sukabumi Genjot Penguatan UKM Bareng Perbankan

UKM bisa menjadi jawaban masalah ketersediaan lowongan kerja.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah warga memadati bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat acara Pekan Koperasi Kota Depok 2019 yang di buka Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna di Balai Kota Depok, Kamis (1/8).
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Sejumlah warga memadati bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat acara Pekan Koperasi Kota Depok 2019 yang di buka Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna di Balai Kota Depok, Kamis (1/8).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Perhatian terhadap sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Sukabumi terus dilakukan. Targetnya pelaku UKM dapat naik kelas dengan memasarkan produknya lewat online atau e-commerce.

Salah satu upayanya dengan pelatihan 10 ribu UKM, pendidikan administrasi dan manajemen keuangan, entrepreneurship, akses perbankan, dan e-Commerce di Hotel Horison Kota Sukabumi, Selasa (12/11). Pelatihan yang digiatkan BRI ini melibatkan 100 UKM baik Kota/Kabupaten Sukabumi. "Keberadaan UKM sebagai jawaban masalah ketersediaan lowongan kerja dengan angkatan kerja belum sebanding," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Selasa (12/11).

Baca Juga

Maka pemerintah baik pusat dan daerah semangat membangkitkan wirausaha muda baru. Fahmi menyontohkan, lulusan SMA sederajat di Kota Sukabumi mencapai sebanyak 13 ribu per tahun. Belum ditambah lulusan perguruan tinggi serta lulusan tahun sebelumnya. Ribuan lulusan ini belum tentu semuanya terserap dalam lapangan kerja yang jumlahnya terbatas.

Dalam artian kata Fahmi, keterbatasan lapangan kerja yang ada harus diimbangi dengan pencetakan wirausaha baru. Harapannya UMKM semakin maju dan akan menguatkan ekonomi sebuah daerah.

Sehingga kata Fahmi, pemkot mendukung pelatihan UMKM yang dilakukan BRI. Harapannya dengan kegiatan ini pelaku UMKM mendapatkan wawasan dan makin profesional dari waktu ke waktu.

Pelatihan ini misalnya menghadirkan narasumber dari Tokopedia yang menjadi penjualan berbasiskan digital. Para pelaku UMK dapat didorong melakukan penjualan dengan sistem online yang kini trennya meningkat luar biasa karena semakin memudahkan warga dalam transaksi jual beli.

Namun ungkap Fahmi, harus ada trik penjualan lewat online. Misalnya sudut pengambilan foto produk. Oleh karenanya pemkot memberikan pelatihan foto untuk UKM karena ketika mengunggah secara digital akan menarik dan pelatihan kemasan unik agar menarik dilihat.

Pelaku UKM juga lanjut Fahmi harus tertib secara administrasi dan keuangan. Hal ini diperlukan agar managemen keuangan tertata lebih baik. Pimpinan Cabang BRI Sukabumi Windriyo Aribowo menuturkan, ada 100 kota secara nasional yang masuk dalam program ini. Salah satunya di Kota Sukabumi. Di mana di Sukabumi ada 100 UMKM yang diikutkan dan mudah-mudahan bisa mendapatkan pencerahan infomasi luar biasa.

Windriyo mengatakan, narasumber berasal dari Tokopedia dan akademisi serta pelaku UKM yang berhasil untuk berbagi pengalaman. Pelaku UMKM didorong untuk menjual produk melalui digital dan akademisi memberikan materi mengenai pengelolalan administrasi dan keuangan agar lebih tertib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement