Jumat 25 Oct 2019 08:05 WIB

Dua Sahabat Tangkap Peluang Bisnis Modest Wear

Dua Sahabat Tangkap Peluang Bisnis Modest Wear

Rep: Herning Banirestu(swa.co.id)/ Red: Herning Banirestu(swa.co.id)
Jilbab Herning
Jilbab Herning

Mengangkat tema persahabatan Chief Creative Director Jenna & Kaia, Lira Krisnalisa dan Founder Buttonscarves, Linda Anggrea melahirkan Les Amitiés yang dikenalkan di acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. Kolaborasi ini juga dalam upaya menangkap potensi bisnis modest wear dengan bumbu hubungan persahabatan.

“Buttonscarves terkenal dengan pattern watercolor, sedangkan untuk Jenna & Kaia terkenal akan unique cutting-nya. Dalam kolaborasi ini, kami membuat keduanya menjadi unique pieces, bukan hanya menciptakan baju dengan pattern semata, namun menghasilkan koleksi dengan perpaduan yang sempurna dan tetap nyaman digunakan " ungkap Linda.

Konsep Les Amitiés akan mengangkat sisi nature dengan maskot kupu-kupu sebagai representasi dari tema. Motif kupu-kupu diambil sebagai tanda simbol keindahan dan kekuatan untuk menggambarkan karakteristik Lira Krisnalisa dan Linda Anggrea sebagai dua wanita yang sama-sama tumbuh dari bawah hingga mampu berkembang bersama mereknya masing-masing.

Desain print dan cuttingan akan menjadi kekuatan dari koleksi eksklusif perdana ini. Mengambil banyak inspirasi dari motif kupu-kupu untuk kemudian ditampilkan dalam desain yang berkelas, modern dan mewah. Buttonscarves x Jenna & Kaiam enghadirkan 12 setelan terbaru dengan masing-masing 8 atasan, 2 bawahan, 2 outerwear dan 2 dress, dengan total keseluruhan 40 tampilan (looks).

Koleksi Buttonscarves x Jenna & Kaia melalui merek Les Amitiés akan hadir dengan kisaran harga Rp 900 ribu-2,5 juta. Koleksi ini baru akan siap dijual pada mulai Desember 2019, di seluruh outlet Buttonscarves yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, dan Pekanbaru", jelas Linda. Kolaborasi ini merupakan salah satu langkah mereka untuk merealisasikan mimpi agar bisa semakin merambah pasar internasional.

Buttonscarves merupakan label spesialis scarvesini. Dimulai dari keresahan sang pemilik, Linda, dalam menemukan scarf yang bukan hanya sekedar cocok, namun mampu merepresentasikan dirinya dengan baik. Putus asa karena gagal menemukan scarf yang cocok untuk dirinya, Linda akhirnya memutuskan untuk menciptakan scarfnya sendiri dengan selera dan gayanya hingga tercetuslah nama Buttonscarves Tak hanya water colour dan flowery patterns yang menjadi trademark, namun highlight lain yang menjadi pembeda yang akhirnya tak hanya mampu merepresentasikan dirinya, namun juga wanita lain dengan karakteristik serupa.

Buttonscarves menyasar segmen atas dengan harga produk rata-rata Rp 400 ribuan. Label ini menggunakan laset cut di sepanjang sisi dari scarves yang mereka ciptakan.

Buttonscarves telah merambah pasar Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusallam serta ke Amerika. Walau untuk pasar Amerika belum besar, Buttonscarves awalnya dipasarkan online. Lalu, tahun 2018, akhirnya meluncurkan offline store pertamanya di FX Sudirman, Jakarta.

Guna menjangkau perluasan bisnis, juga telah hadir berbagai stockiest yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa selebriti ternama telah berhasil digaet oleh label Buttonscarves seperti Olla Ramlan, Sarah Sofyan dan Allysa Hawadi.

Sedangkan Jenna & Kaia, dikembangkan di bawah PT Diia Berdua Indonesia pada 2016 sebagai label fashion modest wear yang memenuhi kebutuhan pasar yang unik bagi perempuan muda khususnya wanita berhijab yang dinamis dan aktif. Koleksinya mengedepankan konsep ready-to-wear. Guna menjangkau pasar lebih luas, produk ini juga telah hadir di berbagai stockiest yang tersebar di penjuru Indonesia dan masih akan terus memperluas pasar nya ke berbagai wilayah khususnya di luar pulau Jawa.

 

 

www.swa.co.id

 

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement