Selasa 22 Oct 2019 14:41 WIB

Gojek: IPO Belum Jadi Prioritas dalam Waktu Dekat

Selain di Indonesia, Gojek juga beroperasi di Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura.

VP Corporate Affairs Go-Jek, Michael Say
Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
VP Corporate Affairs Go-Jek, Michael Say

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang populer dengan sebutan Gojek menegaskan bahwa perusahaan berkategori decacorn tersebut tidak menjadikan initial public offering (IPO) sebagai prioritas dalam waktu dekat ini. Hal ini ditegaskan oleh Vice President Regional Corporate Affair Gojek Michael Say dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10).

"Fokus kami saat ini adalah terus mengembangkan bisnis dan memperkuat layanan kepada para pengguna aplikasi kami," kata Michael.

Baca Juga

Michael menambahkan pihaknya juga terus berusaha memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan kepada para mitra di negara-negara tempat Gojek beroperasi. Selain di Indonesia, Gojek juga beroperasi di Vietnam, Filipina, Thailand, dan Singapura.

Pernyataan Michael tersebut sekaligus mengklarifikasi atas berita yang Republika.co.id kutip dari Antara berjudul "Menuju IPO, Gojek pastikan akhiri bakar uang" yang dimuat pada 21 Oktober 2019.

Mengenai konteks penjelasan tentang IPO, saat itu kepada media Michael menyatakan pihaknya sedang memberikan ilustrasi. "Jadi, sifatnya background," kata Michael.

Aplikasi Gojek saat ini sudah diunduh sekitar 125 juta, memiliki lebih dari 300 ribu merchants, 1,7 juta mitra pengemudi/pengendara, serta beroperasi di 207 kabupaten dan kota.

Gojek juga memiliki rekor fantastis dalam melayani pelanggan. Jika diukur jaraknya, Gojek sudah melayani total 4,1 miliar kilometer perjalanan layanan Go-Ride, Go-Car, dan lainnya. Jarak tersebut setara dengan 5.000 kali pergi-pulang dari Bumi ke Bulan.

Selain itu, tercatat sudah mengirimkan 529 juta makanan dan minuman melalui Go-Food dengan menu populer ayam, nasi, mi, makanan goreng, dan martabak. Gojek menjadi sebuah ekosistem dari tiga super apps yang melayani orang (people), barang (things), dan uang (money).

Pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim pada Senin (21/1) dipanggil ke Istana Presiden, kemungkinan akan menempati posisi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II. Nadiem sudah menyatakan mundur dari Gojek dan posisinya diisi Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement