Rabu 16 Oct 2019 16:27 WIB

Mendag: Produk Kopi hingga Boneka Diminati Pasar Global

Melalui kegiatan penjajakan bisnis, diharapkan tercipta lebih banyak lagi kerja sama

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita optimistis ajang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke depan. Enggar mengungkapkan, telah terjadwal sekitar 84 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan 25 negara dari program misi pembelian (buying mission), di antaranya dengan Jepang, Malaysia, Spanyol, Somalia, India, dan Australia.

Kata Enggar, berbagai produk yang diminati beberapa negara tersebut antara lain batu bara, sarang burung walet, kertas, kopi, plastik, minyak nabati, sayuran dan buah-buahan. Selain itu, juga diminati makanan laut, makanan olahan, hasil perkebunan, boneka, rempah-rempah, karet, arang kelapa, minyak kelapa murni (VCO), alat kesehatan, besi baja, dan baja anti karat.

"Kami optimistis TEI tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching), diharapkan tercipta lebih banyak lagi kerja sama bisnis antara buyer dan peserta pameran sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran ke mancanegara," ucap Enggar di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (16/10).

Enggar menambahkan, sinergi kementerian dan lembaga semakin terlihat dalam beberapa kegiatan pendukung yang baru hadir di TEI tahun ini. Beberapa kegiatan tersebut yaitu Stan ASEAN, berupa stan informasi perwakilan negara-negara ASEAN; Help Desk, stan yang menyediakan informasi seputar regulasi perdagangan hasil sinergi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Badan Standar Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI); Gelar Wicara berupa Trade and Investment Forum yang menghadirkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani; Cilacap Business Forum 2019; Trade Start Up Conference; Paviliun Promosi Hasil Pertanian dan Perikanan; dan kegiatan Forum Kementerian Luar Negeri. "Selain itu, ada pula peluncuran Situs Web Ekspor Impor Kemendag http://exim.kemendag.go.id, sebagai terobosan peningkatan daya saing Indonesia melalui fasilitasi perdagangan dan pengamanan akses pasar negara tujuan," ucap Enggar.

Enggar menyampaikan situs tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendag menyediakan informasi terkait ekspor selengkap mungkin. Dalam situs ini, kata Enggar, memuat sistem informasi mekanisme ekspor, seperti persyaratan ekspor, tarif, serta tindakan nontarif (NTM) komoditas ekspor pada 17 negara yang sudah melakukan ratifikasi perjanjian dagang.

"Sistem ini akan membantu pelaku usaha dalam menentukan negara tujuan ekspor berdasarkan skema yang lebih mudah dan menguntungkan," lanjutnya.

Enggar juga berharap para Kepala Dinas Perdagangan Provinsi, Kabupaten/Kota di daerah agar melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di daerahnya masing-masing untuk memahami ketentuan, persyaratan, tarif, Ketentuan Asal Barang (ROO), dan NTM di negara tujuan ekspor.

TEI 2019 digelar di lahan seluas 50.000 m2 dengan pembagian zona produk potensial dan unggulan nasional. Pada hall 1 dan 10 dibuat kuliner nusantara, hall 2 untuk produk lokal unggulan, hall 3 dan 3A untuk produk premium dan kreatif, hall 5 dan 6 untuk produk manufaktur dan jasa, hall 7 dan 8 untuk produk makanan dan minuman, serta hall 9 untuk furnitur dan dekorasi rumah.

Dalam zonasi tersebut, terdapat beberapa zona khusus, seperti zona Promosi Terpadu Sektor Perikanan Dan Holtikultura, Paviliun Indonesia Design Development Center (IDDC), Paviliun Usaha Kecil Menengah (UKM) Alumni Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Pangan Nusa, dan Paviliun Kayu Ringan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement