Selasa 15 Oct 2019 15:23 WIB

Kopi Amstirdam asal Jatim Diekspor ke Australia

Kopi berjenis robusta asal petani di kabupaten Malang diekspor ke Australia

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat acara pelepasan ekspor sekaligus penyerahan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) sebagai persyaratan negara tujuan kepada ekspotir PT Asal Jaya di Malang, Jawa Timur, Selasa (15/10).
Foto: Kementan
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat acara pelepasan ekspor sekaligus penyerahan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) sebagai persyaratan negara tujuan kepada ekspotir PT Asal Jaya di Malang, Jawa Timur, Selasa (15/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kopi berjenis robusta asal petani di kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Dampit atau dikenal dengan Kopi Amstirdam semakin diminati pecinta kopi dari luar negeri. Setelah menjadi langganan di 42 negara, di Asia dan Eropa, kini kopi dengan aroma dan cita rasa khas tersebut, untuk pertama kalinya diekspor ke pasar Australia.

"Alhamdulilah, bertambah satu lagi pasar kopi asal Jatim yang terbuka, yaitu ke Australia," kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil saat menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) kepada ekspotir PT Asal Jaya di Malang, Jawa Timur, Selasa (15/10).

Jamil berharap, ekspor tersebut akan menambah margin keuntungan bagi petani kopi, khususnya di Kabupaten Malang. Dia pun mengingatkan perusahaan eksportir agar membeli kopi dari petani dengan harga layak. Sehingga, petani makin bersemangat menanan dan lebih produktif, demi terpenuhi permintaan ekspor.

"Karena produk ditujukan untuk pasar ekspor, kita harus berbagi dengan petani agar bertambah kesejahteraan dan petani makin bersemangat menanam," ujar Ali Jamil.

photo
Kopi Amstirdam dan mangga harum manis asal Jatim.

Jamil melanjutkan, sesuai instruksi Menteri Pertanian dalam mendorong eksportasi produk pertanian, pihaknya telah menggagas program Agro Gemilang. Program tersebut ditujukan untuk membuka akses informasi dan layanan seluas-luasnya pelaku usaha agribisnis, khususnya kaum muda yang baru memasuki bisnis ekspor produk pertanian.

Fasilitasi layanan ekspor berupa bimbingan teknis pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS), juga diberikan. Selain itu, juga turut diperkuat sinergisitas dengan para pemangku kepentingan baik pusat, daerah dan pelaku usaha. Barantan, kata dia, juga telah siapkan aplikasi komoditas ekspor, i-MACE yang dapat diakses sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis ekspor. 

"Program Ayo Galakkan Ekspor Komoditas Pertanian oleh Generasi Milenial Bangsa ini juga berupa terobosan layanan cepat proses bisnis karantina yakni berupa pemeriksaan di gudang pemilik, inline inspection dan layanan prioritas," ujar Jamil.

Sementara untuk perluasan akses pasar, melalui program agro gemilang ini Barantan diakuinya melakukan terobosan layanan berupa sertifikat elektronik, e-Cert. Layanan ini, selain mempercepat proses di tempat pengeluaran juga menjadi jaminan diterimanya produk di negara tujuan.

Jamil menyebutkan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan khususnya untuk menjaga status kesehatan hewan dan tumbuhan agar tetap sehat dan aman dikonsumsi. "Laporkan dan periksakan hewan dan tumbuhan saat dilalulintaskan kepada petugas Karantina. Jika ingin ekspor, datang dan tanyakan program Agro Gemilang," kata Jamil.

Selain kopi, pada kesempatan tersebut juga dilepas 1.000 kilogram mangga harum manis ke Malaysia. Mangga harum manis yang dilepas tersebut memiliki nilai ekonomi sekitar Rp 360 juta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement