Selasa 08 Oct 2019 13:46 WIB

Uang Teman Gandeng BPJS Naker Perkuat Risiko Credit Scoring

Uang Teman menargetkan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman 97 persen.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
CEO & Co-Founder Uang Teman Aidil Zulkifli (kedua kanan) berbincang dengan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan cabang Jakarta Ceger Dani Santoso (kedua kiri), Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Rati Connie Foda (kanan) dan Asisten Deputi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Arief Zahari seusai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (8/10).
Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
CEO & Co-Founder Uang Teman Aidil Zulkifli (kedua kanan) berbincang dengan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan cabang Jakarta Ceger Dani Santoso (kedua kiri), Deputi Direktur Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Rati Connie Foda (kanan) dan Asisten Deputi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Arief Zahari seusai penandatanganan kerjasama di Jakarta, Selasa (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Digital Alpha Indonesia (Uang Teman) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memperkuat manajemen risiko kedua perusahaan. Adapun kerja sama ini mencakup perluasan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan dan meningkatkan kemampuan machine learning Uang Teman pemberian penilaian kredit atau credit scoring.

CEO dan Co Founder Uang Teman Aidil Zulkifli mengatakan kerja sama ini dapat meningkatkan kemampuan analisis credit machine Uang Teman, sehingga penilaian kelayakan kredit yang dilakukan bisa lebih akurat, tepat sasaran dan semakin meminimalkan risiko bisnis perusahaan.

Baca Juga

“Kerja sama ini merupakan langkah memberikan tambahan pelayanan kepada masyarakat. Data nasabah Uang Teman bisa memverifikasi data peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya saat acara Signing Ceremony Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Uang Teman, Jakarta, Selasa (8/10).

Melalui peningkatan kemampuan analisis kredit ini, Aidil menargetkan penyaluran pinjaman yang dilakukan oleh Uang teman semakin akurat dan mengurangi risiko kegagalan bayar pinjaman dari nasabah. Hal ini sejalan dengan komitmen Uang Teman untuk menyalurkan pinjaman dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial atau responsible lending.

“Harapan kami juga kerja sama ini bisa meningkatkan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman dari 95 persen menjadi 97 persen pada akhir tahun ini,” ucapnya.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dani Santoso menambahkan kerja sama ini menandakan industri financial technology kian tumbuh dengan pesat, sehingga diperlukan dukungan secara optimal sekaligus menjadi peluang perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami ingin memberikan proteksi bagi pekerja apalagi sekarang zamannya 4.0 maka Fintech menjadi implementasinya, sehingga ke depan dapat saling memberikan manfaat,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement