Selasa 17 Sep 2019 22:53 WIB

Hadiri Wisuda STP Bandung, Menpar: Harus Ada Kurikulum Digital

Perguruan tinggi pariwisata harus menerapkan kurikulum digital bagi milenial

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Hadiri Wisuda STP Bandung, Menpar: Harus Ada Kurikulum Digital. (FOTO: Sufri Yuliardi)
Hadiri Wisuda STP Bandung, Menpar: Harus Ada Kurikulum Digital. (FOTO: Sufri Yuliardi)

Warta Ekonomi.co.id, Bandung -- Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, mengatakan pariwisata tourism 4.0 merupakan tourism yang dikemas dalam bentuk digital dan diperuntukan bagi kalangan milenial. Untuk itu Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung dan enam perguruan tinggi pariwisata lainnya di Indonesia  harus menerapkan kurikulum digital bagi milenial.

Demikian diungkapkan Menpar Arief usai menghadiri pelaksanaan wisuda tahun 2019 STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) NHI Bandung yang mengusung tema Wonderful Human Resources 4.0 di Dome Malabar, Kota Bandung, Senin (16/9/2019).

Sedangkan, untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, Arief  menambahkan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata sedang membangun 10 Bali baru di seluruh Indonesia. Sekarang ini, sudah menetapkan 5 destinasi superprioritas.

“Sampai di mana kemajuannya? Berdasarkan Instruksi Presiden Jokowi, tahun 2020 ini, semua infrastruktur dan utilitas dasar di 5 destinasi superprioritas harus selesai. Apa itu, yaitu jalan, air, listrik, internet, pengolahan sampah, air kotor dan air bersih, harus selesai dalam tahun itu,” ungkap Arief.

Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata, Desa Kutuh Gandeng Grab Berlakukan Aturan Lokal

5 (lima) destinasi tersebut meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), Labuhan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Sementara di Jawa Barat, lanjut Arief, selama ini telah mengusulkan 7 destinasi ke Kemenpar dan yang lulus dua yaitu Pangandaran dan Cikidang, diharapkan tahun ini keduanya menjadi kawasan KEK Pariwisata terbaru.

“Jawa Barat sendiri kita beruntung, begitu Pak Ridwan Kamil dilantik menjadi gubernur, beliau telah menetapkan bahwa Jawa Barat sebagai Provinsi Pariwisata," jelas Arief.

Sementara itu, Peserta wisuda STP NHI sebanyak 610 orang terdiri dari 28 orang lulusan Pascasarjana, 60 orang lulusan Strata 1, 191 orang Lulusan Diploma IV, dan 331 orang lulusan Diploma III. 

Ketua STP Bandung, Faisal mengatakan pihaknya juga memberikan penghargaan kepada Wisudawan Terbaik Tahun 2019 yaitu Achmad Rifqi yang lulus dengan pujian (IPK 3,74), Zero Absensi 2015, 2016, & 2017 dan Penghargaan.

Penghargaan yang pernah diraih, yaitu Champion of The Year for FITE 2016, Best Speaker for English Debate Competition at Telkom University 2015, Outstanding Research Article, Summer Course at University of Anger France dan Thesis Research in Collaboration dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Berdasarkan hasil Tracer Study tahun 2019 untuk Cohort 2018 sebanyak 23% telah memperoleh pekerjaan sebelum lulus dan sisanya sebanyak 77% memperoleh pekerjaan setelah lulus dengan masa tunggu pekerjaan selama 3,3 bulan. 

Lulusan yang bekerja di luar negeri sebanyak 12% dan sisanya 88% di dalam negeri dengan sebaran di industri pariwisata sebesar 81% dan non pariwisata 19%.

"Pada tahun 2019, STP NHI Bandung telah melahirkan 92 orang yang tergabung dalam Batch IV atau 13,2% dari total mahasiswa TA 2018-2019 yang mengikuti Program Inkubasi Wirausaha," pungkasnya. 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement