Selasa 20 Aug 2019 04:05 WIB

Gojek Gandeng UI Works Cetak Lebih Banyak Start-Up Karya Anak Bangsa

Gojek menjadi partner eksklusif program akselerator UI Works.

Rep: Kumairoh(Warta Ekonomi)/ Red: Kumairoh(Warta Ekonomi)
Gojek Gandeng UI Works Cetak Lebih Banyak Start-Up Karya Anak Bangsa. (FOTO: Go-Jek Indonesia)
Gojek Gandeng UI Works Cetak Lebih Banyak Start-Up Karya Anak Bangsa. (FOTO: Go-Jek Indonesia)

Gojek kembali berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dengan peringkat terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI). Kali ini, Gojek berkomitmen mendorong pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) lokal yang mampu menciptakan inovasi dan bersaing di ranah global dengan menjadi partner eksklusif program akselerator UI Works.

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengungkap tantangan bagi para pemain startup tidak hanya terkait pendanaan, tetapi juga bagaimana menciptakan skalabilitas hingga bisa bertumbuh dengan cepat dan berkesinambungan.

"Melalui kerja sama dengan UI Works ini, kami ingin mengakselerasi pertumbuhan perusahaan start-up lokal supaya mereka bisa menjadi start-up yang unggul dan bisa menjadi pemain global," ujar Nila kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Gojek Bidik Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital di Asia Tenggara

Dalam keterangannya, dukungan Gojek pada program akselerator UI Works kali ini adalah mentoring dan pembekalan materi serta ilmu pengetahuan langsung dari Founder and Global CEO Gojek Nadiem Makarim, kepada 15 perusahaan startup lokal yang telah dikurasi UI Works, dari kalangan sivitas akademika UI dan umum. Selain itu para peserta UI Works juga berkesempatan untuk berkunjung ke kantor Gojek dan merasakan langsung suasana bekerja di perusahaan start-up kelas dunia.

Berkaca dari pengalaman Gojek, lanjut Nila, pembekalan seperti yang dilakukan UI Works bisa mempersiapkan para founder untuk siap menghadapi berbagai tantangan.

“Untuk menyusun strategi bisnis berkesinambungan bagi sebuah perusahaan rintisan, kita harus berani melakukan eksperimen akan produk dan layanan yang kita tawarkan," tambah Nila.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Unit-Unit Usaha (DPPU) UI, Nia Ayu Ismaniati menyambut positif dukungan dan partisipasi Gojek dalam menyukseskan UI Works. Menurutnya, kehadiran Gojek sebagai perusahaan Indonesia yang telah mencapai startup decacorn, mampu memberikan inspirasi kepada para peserta yang merintis perusahaan baru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka di bidang teknologi.

Baca Juga: Gojek Dianggap Miliki Model Bisnis Inklusif

"Kami berharap pihak Gojek dapat memberikan masukan bagi para peserta dalam menyusun rencana pengembangan usaha yang lebih matang untuk nanti demo day dihadapan para mitra investor. Exposure melalui jaringan yang dimiliki Gojek juga akan sangat membantu para peserta untuk dapat dikenal oleh lebih banyak orang dan menemukan atau ditemukan oleh calon mitra bisnis atau pemilik sumber daya yang dibutuhkan peserta untuk scale up”, ungkap Ibu Nia.

Hasil riset Google dan Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018 menunjukkan ekonomi digital akan diprediksi mencapai 240 miliar dolar AS pada tahun 2025 di mana tahun ini sudah mencapai 72 miliar dolar AS.

Sementara itu, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan paling cepat dan ukuran pasar paling besar di Asia Tenggara dengan kontribusi mencapai 100 miliar dolar AS pada 2025. Potensi besar ini lah yang harus dimanfaatkan oleh para pebisnis start up lokal untuk bisa menjadi pemain utama industri digital Indonesia, dan menempatkan negara ini sebagai pusat teknologi Asia Tenggara.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement