Jumat 09 Aug 2019 13:53 WIB

JK Ingin Transformasi Ekonomi Indonesia Diperbanyak

Saat ini transformasi ekonomi belum mencakup seluruh bidang

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadir membuka Seminar Nasional 'Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).
Foto: Dok Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat hadir membuka Seminar Nasional 'Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap banyak nilai tambah ekonomi yang dimaksimalkan untuk menambah pendapatan negara. JK pun mendorong transformasi ekonomi di berbagai bidang diperbanyak guna meningkatkan nilai tambah tersebut.

Saat ini, kata JK, transformasi belum mencakup seluruh bidang. Bahkan, menurut JK, Indonesia masih banyak mengimpor sumber daya alam.

Baca Juga

"Tentu ini harus lebih banyak lagi yang kita harus transform, masih banyak lagi sumber daya alam yang kita impor begitu saja," ujar JK saat hadir membuka Seminar Nasional 'Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

JK mencontohkan transformasi ekonomi dalam industri sawit atau CPO di Indonesia. Saat ini, industri sawit juga mencakup industri hilir seperti minyak goreng dan lainnya.

"Sudah mentransform dari CPO menjadi minyak goreng, menjadi industri hilir lainnya, walaupun kita masih mengekspor juga," ujar JK.

Tak hanya CPO, transformasi lainnya juga terjadi di industri mineral dan juga otomotif. JK mengatakan, industri otomotif saat ini telah menjadi industri manufacturing yang memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

"Manufacturing, sekarang sudah jauh, industri kendaran itu menjadi manufacturing yang mempunyai nilai tambah dan pekerjaan, jadi di beberapa tempat sebenarnya di bidang ekonomi kita sudah terjadi transformasi," kata JK.

Untuk itu, JK pun mendorong Indonesia mencontoh negara-negara yang berhasil dalam transformasi seperti Singapura, Cina, Malaysia, dan Korea.

JK menjelaskan, Singapura yang awalnya merupakan daerah pelabuhan, sempat bertranfomasi menjadi negara perdagangan dan industri. Namun, tidak berhenti sampai disitu, Singapura kini juga bertranfomasi meningkatkan nilai tambah di bidang pelayanan.

"Jadi Lee Kuan Yew (mantan PM Singapura) mengubah, mentransform ekonominya dari kota perdagangan menjadi kota jasa," kata JK.

Begitu juga, Malaysia juga telah bertranfomasi dari semula negara agraris menjadi negara industri. Sementara, Cina, kata JK, menjadi negara yang paling cepat melakukan transformasi ekonomi.

Menurutnya, Cina berhasil mentranformasi ekonomi dari negara agraris ke negara industri dalam waktu 30 tahun.

"Kalau apapun yang kita beli di toko, pasti made in Cina. Handphone, Apple, barang-barang kecil, itu made in China. Itu transformasi dari agraris ke manufacturing tercepat di dunia," ujar JK.

JK mengatakan, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan penguasaan teknologi, kebijakan Pemerintah dan keinginan bersmaa dengan masyarakat. "Nilai tambah itu harus dilakukan secara bersama-sama, tentu caranya penguasaan teknologi, ada modal, baru bisa mengubah. Tentu semua ini dengan kebijakan pemerintah. Political will pemerintah bersama masyarakatnya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement