Kamis 08 Aug 2019 06:40 WIB

Kecerdikan Cina Akali Perang Dagang dengan AS

JK menyebut Cina tidak bodoh dan sengaja melemahkan mata uang yuannya.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah
Jusuf Kalla
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkap salah satu strategi jitu yang dipakai Pemerintah Cina dalam mengakali perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Salah satunya dengan menurunkan mata uang Yuan.

Menurut JK, pelemahan mata uang Yuan dilakukan Cina untuk menyesuaikan kebijakan AS yang menaikkan biaya masuk komoditas dari Cina ke Amerika. Kenaikan tersebut diketahui berdampak pada penurunan permintaan karena mahalnya komoditas dari Cina.

Baca Juga

"Naik 20 persen, ya Cina tidak bodoh, dia melemahkan Yuan-nya, akibat melemahkan Yuannya, maka harga turun 20 persen di Amerika, dengan (naiknya) biaya masuk 20 persen, jadi sama kembali di Amerika," kata JK saat menjadi Keynote Speaker dalam Perayaan ulang tahun INDEF ke-24 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (7/8).

JK pun menyoroti strategi pelemahan mata uang Cina yang dinilai tepat untuk mengatasi perang dagang tersebut. Karena itu, JK menilai tidak selalu pelemahan mata uang sebagai sesuatu yang buruk.

Bercermin pada Cina, pelemahan mata uang semestinya juga bisa disiasati di Indonesia.  Salah satunya dengan meningkatkan ekspor yang memiliki nilai tambah.

"Jadi ini ada juga yang mengatasi dengan cerdik, kita sebaliknya, kalau begitu lemah sedikit kita marahi, kita kuatkan kembali, artinya ya, memang barang impor murah, bahan ekspor akan kemahalan," kata JK.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement