Rabu 31 Jul 2019 23:11 WIB

Kemenag Jaksel Gandeng IDN untuk Digitalisasi Keuangan

Kantor kemenag Jaksel gandeng IDN untuk digitalisasi dan akuntabilitas madrasah

CEO dan Founder PT InfraDigital Nusantara (IDN) Ian McKenna (kedua kanan) kegiatan Penjaminan Mutu melalui Digitalisasi Keuangan dan Akuntabilitas Pengelolaan Madrasah kantor Kemenag Jaksel
CEO dan Founder PT InfraDigital Nusantara (IDN) Ian McKenna (kedua kanan) kegiatan Penjaminan Mutu melalui Digitalisasi Keuangan dan Akuntabilitas Pengelolaan Madrasah kantor Kemenag Jaksel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan Penjaminan Mutu melalui Digitalisasi Keuangan dan Akuntabilitas Pengelolaan Madrasah dengan menggandeng PT InfraDigital Nusantara (IDN). Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dalam rangka evaluasi dan pendampingan pelaporan dana BOS. 

Wakil Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan Hj Prihatini Hidayati MPD mengatakan kegiatan ini bertujuan agar pelaporan penggunaan dana BOS oleh madrasah-madrasah di Jakarta Selatan menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat waktu. “Diharapkan adanya pelayanan platform digital ini nantinya pelaporan dana BOS lebih transparan, akuntabel dan lebih tepat guna dan berdaya guna untuk semuanya," tutur dia berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (31/7).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan Moh Komarudin menyatakan digitalisasi secara riil menjadi kebutuhan semua lembaga, tidak hanya untuk efektivitas pengelolaan tapi juga transparansi. Keterbukaan juga menghasilan lembaga yang akuntabel dan sesuai Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan  Publik. 

"Kerjasama ini menjadi ruh kita sebagaimana sering saya sampaikan ‘always together dan sinergize’. Sinergitas menjadi sebuah kebutuhan sehingga masing-masing lembaga tidak lagi eksklusif tapi inklusif. Jadi kami dapat bekerjasama dengan siapapun apalagi dengan startup yang membantu migrasi dari manual ke digitalisasi," ucap dia.

Sementara itu, CEO IDN, Ian McKenna menyatakan saat ini dunia pendidikan termasuk madrasah-madrasah sudah sangat terbuka terhadap digitalisasi. Pihaknya pun belajar untuk mengerti keuangan di madrasah dan bagaimana bisa cocok untuk pemerintahan juga hingga menggelar kegiatan ini. 

"Kita dari dunia startup merasa sangat didukung dengan adanya kegiatan ini. Proses ini bisa beberapa minggu atau bulan, kita migrasi orang tua untuk pembayaran online agar nyaman untuk mereka. Setelah itu laporan dan lain-lain dibuat secara otomatis. Saya berharap mulai dari madrasah Jakarta Selatan perkembangannya bisa menjadi contoh untuk institusi lainnya.”

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi digitalisasi keuangan madrasah oleh Fikih Gintana (Product Manager) dari IDN, dipandu oleh Hj Prihartini Hidayati. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa digitalisasi keuangan dan pengelolaan institusi pendidikan khususnya Madrasah menjadi salah satu solusi penjaminan  mutu pendidikan dan menciptakan transparansi serta akuntabilitas madrasah.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan pendampingan  pelaporan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah beserta tim manajemen BOS Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dengan satu catatan khusus  bahwa anggaran BOS harus dikeluarkan sesuai dengan ketetapan aturan, pencatatan dan dokumen-dokumen pendukung yang lengkap dan dibuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BOS dengan tepat waktu. Madrasah di Jakarta Selatan dapat menjadikan InfraDigital Nusantara sebagai opsi platform digital untuk mempermudah pembayaran tagihan pendidikan, pengelolaan keuangan, dan pelaporan penggunaan dana BOS.

IDN merupakan Fintech terdaftar di Bank Indonesia yang digunakan oleh Tata Usaha dan Badan Urusan Keuangan lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan secara online dan laporan keuangan yang sesuai kebutuhan. Ini dilaksanakan dengan menggunakan “tagihan digital”,“pembayaran online”, dan “laporan keuangan digital”. Saat ini IDN telah bekerja sama dengan lebih dari 160 lembaga pendidikan, 3 (tiga) Bank BUMN, 2 (dua) Bank Swasta, 2 (dua) Bank Syariah, 3 (tiga) aplikasi pembayaran, dan belasan ribu gerai Indomaret dan Alfamart.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement