Selasa 23 Jul 2019 21:14 WIB

Ekonomi Digital Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2045

'Ekonomi digital bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.'

Digital marketing atau pemasaran digital. Ilustrasi
Foto: opencolleges.edu
Digital marketing atau pemasaran digital. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonomi digital akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2045. Hal itu diungkapkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

"Kita melihat di tahun 2045 ekonomi kreatif dan ekonomi digital bisa menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Bambang saat menghadiri diskusi Manfaat Ekonomi Digital di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7).

Bambang mengatakan sektor yang menggerakan roda ekonomi ke depannya bukan berasal dari pertambangan, pertanian, maupun manufaktur. Tiga sektor tersebut dianggap banyak mengalami kelemahan dan tidak bisa dijadikan andalan ekonomi Indonesia.

Justru yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju dengan mengoptimalkan ekonomi digital di sektor jasa. Tentu dengan catatan, tidak hanya sebatas euforia digital dan hanya berjaya di rumah sendiri, tapi memiliki kemampuan skala ekspor.

"Kita harapkan industri kreatif tidak jadi euforia dalam negeri tapi berorientasi ekspor. Karena itulah ciri negara maju tadi," kata dia.

Salah satu yang mesti dikejar adalah penciptaan entrepreneur di bidang ekonomi digital sebanyak-banyaknya. Pasalnya, indikator suatu bisa disebut sebagai negara maju, kata Bambang, adalah mayoritas penduduknya bekerja sebagai entrepreneur.

Bambang tidak menampik bahwa kreativitas anak muda Indonesia pada ekonomi digital saat ini sangat besar. Bahkan pada gelaran Indonesia Development Forum 2019, beragam ide kreatif dalam penciptaan lapangan kerja baru bermunculan.

"Belakangan ini anak-anak muda ternyata kreatifitas sudah luar biasa. Bahwa mereka belum jadi perusahaan besar itu wajar karena mereka baru mulai. Kreativitas mencari bidang usaha yang kemudian dikaitkan dengan teknologi atau yang dikaitkan ekonomi digital, itu yang bisa menumbuhkan rasa optimisme," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement