Jumat 28 Jun 2019 14:55 WIB

Menteri Susi: Jangan Terus Eksploitasi Sumber Daya Alam

Kebijakan Indonesia terlalu longgar dan lepas dalam pengelolaan sumber daya alam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan agar berbagai pihak jangan sampai terus mengeksploitasi sumber daya alam kelautan dan perikanan. Imbauan ini disampaikan Susi sebagai upaya untuk mewujudkan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

"Tugas kita untuk menjaga sumber daya alam agar tidak dieksploitasi dan dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai amanah konstitusi," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (28/6).

Baca Juga

Ia mengingatkan tentang visi-misi Presiden Jokowi yang ingin menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan Indonesia sebagai perwujudan dari poros maritim dunia.

Susi Pudjiastuti menyadari bahwa dari sisi geografis, sebenarnya Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti dalam bidang pertambangan berbagai hal ada di sini seperti migas, besi, timah, dan logam lainnya.

"Dulu sekitar 15-20 tahun lalu kita salah satu negara produsen minyak terbesar dunia, sehingga menteri kita bisa menjadi sekjen OPEC," katanya. Namun, lanjutnya, saat ini fakta menunjukkan bahwa RI adalah salah satu negara net importir di dunia.

Susi Pudjiatuti juga berpendapat bahwa selama beberapa dekade terakhir, kebijakan Indonesia terlalu longgar dan lepas dalam pengelolaan sumber daya alam sehingga berbagai pihak di Tanah Air harus bisa mengubah paradigma mereka guna mengatasinya.

Ia menegaskan pihaknya menjaga visi-misi presiden dengan menerapkan tiga pilar, yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan.

"Banyak industri di negeri ini masih direct extractive bukan productive. Minyak dan gas kalau sudah ditambang, ya, habis, perlu jutaan tahun untuk datang kembali. Tetapi ikan kalau kita jaga akan beranak-pinak dan semakin banyak," tegas Susi Pudjiastuti.

Untuk itu, ujar dia, Indonesia membutuhkan orang yang tidak hanya sekadar peduli tetapi juga benar-benar bekerja, serta meninggalkan hal-hal birokratis yang berlebihan dan mengandung kata-kata bersayap.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement