Kamis 27 Jun 2019 11:21 WIB

Dana Asing Diperkirakan Kembali Masuk Indonesia

Investor asing menilai Pemerintah RI mampu menjaga inflasi dengan baik

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Dana Asing (ilustrasi)
Foto: IST
Dana Asing (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Investasi Eastspring Investments Indonesia Ari Pitojo memperkirakan arus modal asing akan kembali masuk ke Indonesia. Menurutnya, ini akan memberikan sentimen positif bagi pasar modal.

"Kembalinya aliran modal asing dan didukung rencana The Fed untuk menurunkan suku bunga pada tahun ini akan memberikan peluang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga," ujar Ari, Rabu (26/6).

Baca Juga

Ari optimistis tentang pasar modal Indonesia walaupun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan pada awal tahun ini. Setelah sempat terkoreksi ke level sekitar 5.800 pada Mei, IHSG kembali menguat sedikit ke posisi 6.300 tetapi tetap tertekan karena faktor global dan domestik.

Beberapa faktor yang menyebabkan pasar modal terdepresiasi termasuk arus keluar asing yang dihasilkan sentimen global risk-off, kekhawatiran atas perlambatan Cina serta depresiasi Yuan, penyesuaian kembali bobot MSCI, harga minyak yang relatif tinggi, defisit neraca perdagangan, demonstrasi dan protes atas hasil pemilihan presiden.

"Kami percaya bahwa dengan indeks rebound di tengah-tengah kepastian politik sejak pemilihan dan rencana S&P untuk meningkatkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB akan memberikan sentimen positir terhadap pasar modal Indonesia di masa depan," jelas Ari.

Kepala Unit Syariah Eastspring Investments Indonesia, Rian Wisnu Murti, menambahkan salah satu alasan pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor asing karena indikator makroekonomi yang relatif stabil. Menurutnya, pemerintah mampu menjaga inflasi dengan baik. Cadangan devisa juga masih terjaga dan utang masih terkontrol.

"Itu indikator yang paling dicemasi investor yang mau masuk di Indonesia. Kalau terjaga dengan baik akan sangat menarik bagi investor," tutur Rian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement