Jumat 21 Jun 2019 04:00 WIB

MNC Bank Targetkan Pertumbuhan Kredit 13 Persen Tahun Ini

MNC Bank menargetkan penyaluran kredit Rp 1 triliun.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Dwi Murdaningsih
Kredit (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan
Kredit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank MNC Internasional menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan hingga penghujung 2019 dapat berada di kisaran 12-14 persen. Penyaluran kredit menjadi fokus utama perusahaan saat ini untuk mencapai target laba sebesar Rp 36 miliar.

Presiden Direktur MNC Bank, Mahdan Ibrahim, mengatakan, dengan target pertumbuhan kredit 12-14 persen, diharapkan rata-rata penyaluran bisa berkisar 13 persen atau senilai Rp 1 triliun. Perusahaan bakal serius untuk menambah jumlah nasabah dengan memanfaatkan potensi nasabah dari karyawan anak-anak usaha MNC Group.

"Target kita kredit harus tumbuh, kalau tidak maka tidak tercapai laba Rp 36 miliar tahun ini," kata Mahdan usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MNC Bank di Jakarta, Kamis (20/6).

Dia mengatakan, hingga kuartal II (April-Juni) 2019, proses bisnis MNC Bank masih berjalan positif sehingga belum ada kebijakan baru perusahaan untuk menyikapi situasi kondisi industri perbankan. Dinamika cukup terjadi pada kuartal I 2019 dimana terdapat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sehingga perbankan harus melakukan penyesuaian.

Sementara itu, Direktur MNC Bank, Hermawan, menambahkan, pertumbuhan kredit di MNC Bank akan bergantung kepada segmen pasar. Namun, diharapkan tidak meleset dari kisaran yang telah ditetapkan. Adapun tingkat bunga kredit yang dibebankan kepada para debitur, ia menyatakan akan tergantung pada kondisi likuiditas sekaligus tingkat bunga acuan dari Bank Indonesia.

Kebijakan suku bunga kredit, kata dia, bakal disesuaikan secara proporsional sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh otoritas moneter. "Bunga acuan Bank Indonesia sebelumnya sudah naik dari 4,25 persen menjadi 6 persen. Ini yang kita tunggu selanjutnya dari BI," ujarnya.

Terlepas dari kebijakan dari otoritas, Hermawan mengatakan, pihaknya tetap fokus mencari cara dengan meningkatkan marjin bunga bersih atau net interest margin (NIM) agar kondisi keuangan tetap kuat sehingga dapat terus menyalurkan kredit yang berkualitas. Pada Desember 2017, saat perseroan sempat merugi Rp 685 miliar, tingkat NIM MNC Bank hanya 3,7 persen.

Namun, memasuki Maret 2019, NIM tercatat sudah naik ke level 4,10 persen. Ia menyebut, NIM bisa naik karena perusahaan fokus bersaing dengan Bank Buku II sesuai segmen pasar. Selain itu, upaya yang dilanjutkan tahun ini yakni meningkatkan efisiensi operasional perbankan agar beban perusahaan semakin ringan.

"Efisiensi itu artinya produk yang saya berikan harus memberikan uang (keuntungan) dari biaya yang saya keluarkan," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement