Rabu 19 Jun 2019 16:23 WIB

BTN: KPR Syariah Diminati

Porsi penyaluran KPR syariah saat ini mencapai 25 persen dari total KPR BTN

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nidia Zuraya
Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BTN Syariah, Jakarta.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BTN Syariah, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah tingginya kebutuhan hunian masyarakat dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk, PT Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan terdapat porsi bagi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dengan skema syariah yang cukup diminati. Direktur Utama PT BTN Maryono mengatakan, skema syariah yang dimiliki BTN sudah berlangsung eksis.

Dari total aset perumahan yang dimiliki BTN sebesar Rp 30 triliun, kata dia, terdapat seperempat aset tersebut dialokasikan untuk keperluan skema KPR syariah. “Kita sudah ada KPR syariah, itu cukup diminati,” kata Maryono kepada Republika, Rabu (19/6).

Baca Juga

Lebih lanjut dia menjabarkan, kebutuhan perumahan bagi masyarakat ke depannya masih menjadi agenda yang krusial. Terkait dengan suku bunga nanti yang akan melonggar, dia menyebut suku bunga kredit bakal mengacu pada suku bunga dana.

Sehingga jika terdapat kelonggaran likuiditas suku bunga dana, secara otomatis hal itu dinilai akan menurunkan suku bunga kredit.

Terkait dengan bunga KPR yang dimiliki BTN, pihaknya menyebut hal itu berada di posisi 9-11 persen. Kendati demikian dia mengatakan, posisi tersebut tergantung dari capaian suku bunga dana yang ada.

Saat ini, kata Maryono, suku bunga dana tidak mengalami penurunan sehingga posisinya masih relatif tetap di angka 02,51 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement