Selasa 14 May 2019 17:18 WIB

Strategi Bank Muamalat Jelang Akuisisi

Muamalat akan fokus menyelesaikan right issue sebesar Rp 2,2 triliun.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Bank Muamalat
Bank Muamalat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilham Habibie lewat perusahaannya, Al Falah Investments PTE Limited akan menjadi pengendali saham Bank Muamalat. Al Falah akan mengakuisis 50,3 persen bank syariah pertama tersebut.

Dalam rencananya aksi korporasi akan rampang pada Mei 2019. Bank Muamalat akan menggelar Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp 2,2 triliun. Berdasarkan prospektus, rancangan akuisisi yang diterbitkan Bank Muamalat, Al Falah akan menyerap 77,1 persen dari seluruh right issue tersebut.

Baca Juga

Komisaris Utama Bank Mualamat Ilham Habibie mengatakan pihaknya akan memfokuskan penyelesaian right issue terlebih dahulu, untuk memperkuat permodalan perusahaan. Saat ini, perusahaan terus berkomunikasi secara intens dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dari OJK semua dalam masa pembicaraan, dalam kesatuan right issue ini. Kalau OJK setuju maka semua sepakat termasuk penjualan aset,” ujarnya di Muamalat Tower, Jakarta, Selasa (14/5).

Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayuanji menambahkan perusahaan akan membahas aksi korporasi keseluruhan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan ini.

“Saat ini kita fokus dulu (right issue), baru nanti periode stabilisasi perusahaan tambahan lainnya bisa masuk. RUPS nanti mengizinkan Bank Mualamat right issue Rp 2 triliun, bentuk permodalan lainnya Rp 2 triliun lagi. Kita buka semuanya (saat RUPS) dalam bentuk penambahan modal perusahaan,” ungkapnya.

Hari ini Bank Muamalat menerima kunjungan dari Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie. Menurut Jimly, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Muamalat sangat tinggi dibandingkan perbankan syariah lainnya.

“Bank Muamalat ada kepemilikan umat yang besar meskipun secara teknis perusahaan ada masalah. Pendirian bank ini membuat bukan perusahaan biasa,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mendukung aksi korporasi yang dilakukan Bank Muamalat. Bahkan, melalui right issue akan menjadi peluang Bank Muamalat kembali berjaya menjadi bank syariah pada masa mendatang.

“Kami sebagai pengurus ICMI memberikan dukungan, karena simbol suksesnya ekonomi syariah di Indonesia walaupun bank pemerintah dan swasta sudah mengembangkan praktek keuangan syariah. Ini keberhasilan dakwah kita perlu disyukuri,” ungkapnya.

Apabila rencana tersebut berjalan mulus, Al Falah akan menjadi pemilik 50,3 persen saham Bank Muamalat. Adapun kepemilikan saham Islamic Development Bank dan Boubyan Bank, yang sebelumnya menggenggam masing-masing 32,7 persen dan 22 persen saham, akan terdilusi menjadi 11,4 persen dan 7,7 persen.

Al Falah merupakan perusahaan yang dimiliki dan didirikan bersama oleh Ilham Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited. Perusahaan investasi tersebut didirikan berdasarkan hukum Singapura dan berlokasi di Robinson Point, Singapura.

Selain Al Falah, Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa bersama Lynx Asia akan ikut ambil bagian dalam rencana akuisisi Bank Muamalat. Konsorsium yang dipimpin Kospin Jasa tersebut rencananya menyerap sekitar Rp 250 miliar-Rp 300 miliar saham baru dan akan mendapat porsi kepemilikan saham sebesar 8,9 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement