Sabtu 11 May 2019 21:20 WIB

BUMN Salurkan Dana Bina Lingkungan Rp 2,5 Miliar

Bupati Purbalingga menyampaikan terima kasih kepada BUMN yang memberikan bantuan.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Muhammad Hafil
Kementerian Negara BUMN
Kementerian Negara BUMN

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Menteri BUMN Rini Soemarno menyerahkan Dana Bina Lingkungan BUMN untuk wilayah eks Karesidenan Banyumas. Dana yang disalurkan sekitar Rp 2,5 Miliar.

Dana tersebut dibagi untuk Kabupaten Purbalingga senilai Rp 1 miliar, sedangkan tiga kabupaten lain terdiri Banyumas, Cilacap dan Kebumen, masing-masing menerima sekitar Rp 500 juta.

Baca Juga

''Dalam kegiatan ini, ada lima belas BUMN yang bergabung untuk menyalurkan dana bina lingkungan di daerah,'' katanya saat penyaluran dana bina lingkungan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Rudlotul Muta’allimin Al Aziziyyah Desa Toyareja Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Sabtu (11/5).

Dalam kegiatan itu, hadir Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Banyumas Achmad Husein, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dan Sekda Kebumen Achmad Ujang Sugiono. Sejumlah pimpinan BUMN juga terlihat hadir, antara lain dari bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BRI, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, PT KAI, PT Askrindo, PT Asabri, PT Jamkrindo, PT Sarinah, PT Djakarta Lloyd, PT Dahana, PT Peruri dan PT Perumnas.

Menurut Rini, dalam kegiatan operasionalnya, BUMN tidak hanya mengejar keuntungan. Melainkan juga harus bisa memberikan manfaat secara langsung pada masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan ekonomi. ''Semua BUMN harus peka terhadap lingkungannya, sehingga jika ada masyarakat membutuhkan bantuan maka harus dibantu,'' katanya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, dalam kesempatan itu menyampaikan terimakasih pada Menteri BUMN yang telah menyalurkan bantuan BUMN di wilayahnya.

''Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena untuk kemaslahatan umat. Antara lain untuk membangun sarana dan prasarana ibadah/keagamaan mulai dari masjid, mushola, TPQ dan pondok pesantren,'' jelasnya.

Dia juga menyebutkan, dana bantuan dari BUMN ini akan dialokasikan desa-desa merah atau desa dengan kemiskinan paling tinggi. ''Secara umum, Kabupaten Purbalingga memang merupakan kabupaten dengan zona merah cukup besar karena menduduki peringkat ke 5 di Jawa Tengah. Jadi, Purbalingga memang masih banyak memerlukan bantuan,'' katanya.

Dalam penyaluran bantuan BUMN tersebut, Pondok Pesantren Rudlotul Muta’allimin Al Aziziyyah di Desa Toyareja, mendapatkan dana lingkungan sebesar Rp 100 juta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement