Kamis 04 Apr 2019 18:39 WIB

Mentan: Harga Gabah Dilarang Kurang dari Rp 4.070 per Kg

Harga gabah di tingkat petani sudah turun karena panen raya.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Foto: Humas Kementan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, harga gabah kering panen (GKP) tak boleh di bawah Rp 4.070 per kg. Hal itu karena harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Indramayu anjlok seiring berlangsungnya masa panen raya.

‘’Kami datang karena mendengar (ada) panen raya. Kita harus antisipasi jangan sampai petani rugi,’’ kata Amran, dalam acara Panen Padi dan Serap Gabah Petani di Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Kamis (4/4).

Baca Juga

Untuk itu, Amran pun datang bersama rombongan Bulog. Dia juga menyaksikan penyerapan gabah milik petani setempat oleh Perum Bulog.

Amran menyebutkan, pada musim panen saat ini, harga GKP petani di Kabupaten Indramayu berada di kisaran Rp 3.500-Rp 3.800 per kilogram. Padahal, berdasarkan instruksi presiden, harga GKP tidak boleh di bawah Rp 4.070 per kg.

‘’Itu perintah presiden, itu komitmen kita,’’ kata Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Supendi menjelaskan, produksi padi di Kabupaten Indramayu pada 2018 mencapai 1.672.037 ton GKP. Sedangkan luas lahan sawahnya mencapai 116.245 hektare.

Saat ini, menurut Supendi, sejumlah sentra produksi beras sedang panen raya. Bahkan, April ini merupakan puncak panen raya.

‘’Di masa panen, petani semestinya bergembira menikmati hasil kerja kerasnya,’’ kata Supendi.

Namun, kondisi di lapangan, petani tak bisa sepenuhnya menikmati hasil kerja keras mereka. Hal itu terjadi karena harga gabah yang rendah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid menambahkan, penyerapan gabah oleh Bulog seharusnya fokus dalam bentuk gabah kering giling (GKG) agar harga di tingkat petani tidak turun. Selain itu, bisa menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan.

Selain itu, Takmid juga meminta agar Bulog menambah kuota penyerapan gabah di Indramayu. Saat ini, kuota penyerapan untuk Kabupaten Indramayu dalam satu tahun sebesar 190 ribu – 200 ribu ton.

‘’Sedangkan produksi padi di Kabupaten Indramayu 1,7 juta ton. Jadi seharusnya gabah petani yang diserap oleh Bulog minimal 50 persennya,’’ kata Takmid.

Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, menilai, ada beberapa hal yang bisa dilakukan Bulog untuk mempercepat penyerapan gabah petani. Hal itu di antaranya, Bulog harus memperluas kerja sama dengan mitra penggilingan.

Selain itu, pengadaan oleh Bulog juga harus fokus dalam bentuk gabah kering giling (GKG) agar harga di tingkat petani tidak turun dan menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan. Selain itu, pengadaan gabah tidak perlu menunggu penjualan stok beras yang ada, tetapi harus terus dilakukan penyerapan agar momen panen tidak terlewat.

Sementara itu, dalam acara tersebut, Mentan juga menyerahkan bantuan untuk para petani di Indramayu. Selain bibit sayuran dan bibit padi, adapula bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) maupun hewan ternak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement