Kamis 04 Apr 2019 13:57 WIB

Pelindo III dan BNI Jalin Kerja Sama Supply Chain Financing

Fasilitas diluncurkan untuk mempermudah pembiayaan atas invoice pengguna jasa.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda
Terminal petikemas Pelindo III.
Foto: Antara.
Terminal petikemas Pelindo III.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Guna mendukung kelancaran arus logistik nasional, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersinergi dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk menyediakan program fasilitas Supply Chain Financing (SCF). Fasilitas ini diluncurkan untuk mempermudah pembiayaan atas invoice pengguna jasa pelabuhan.

Direktur Keuangan Pelindo III Iman Rachman menjelaskan, program Supply Chain Financing merupakan pembiayaan perbankan, sebagai alternatif bagi pengguna jasa melakukan pembayaran atas invoice penggunaan jasa kepelabuhanan di Pelindo III. Dalam hal ini BNI akan membiayai invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

Baca Juga

"Melalui program ini dapat mendorong layanan jasa bongkar muat dipelabuhan berjalan dengan lancar," kata Imam melalui siaran persnya, Kamis (4/4).

Imam meyakini, kerja sama itu bisa membuat pengguna jasa kepelabuhanan melakukan kegiatan bongkar muat dan jasa lainnya tanpa ada kendala, meskipun tagihan sudah jatuh tempo. Karena sebelum jatuh tempo, pihak BNI akan menyelesaikan pembayaran.

"Melalui pengelolaan cash flow yang lebih baik, pengguna jasa kepelabuhanan dapat diberikan layanan logistik secara cepat, dan mengirimkan barang ke pemilik barang tepat waktu," ujar Imam.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Susi Adi Sulistyowati menyambut baik kerja sama tersebut. Dia menegaskan, BNI akan memperkuat jajaran perbankan yang dimilikinya untuk mendukung Pelindo III. Dia pun berharap karyawan Pelindo III agar memanfaatkan berbagai produk BNI seperti KPR, dana pendidikan, pinjaman tanpa agunan, hingga asuransi jiwa.

"Payroll dengan Pelindo III sudah kesekian kalinya, dan saya selalu mendorong tim dari BNI untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan kami terlebih untuk Pelindo III," kata Susi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement