Jumat 11 Jan 2019 20:00 WIB

BI Optimistis Risiko Inflasi 2019 Bisa Dikendalikan

BI memperkirakan inflasi 2019 akan ada dikisaran 3,5 plus minus satu persen

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo berbicara di Forum International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC), yang digelar, Kamis (13/12), di Surabaya.
Foto: Bank Indonesia
Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo berbicara di Forum International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC), yang digelar, Kamis (13/12), di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) optimistis risiko inflasi pada 2019 tetap bisa dikendalikan. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan inflasi pada tahun ini masih terbilang relatif cukup bagus. 

"Perkiraan kami (inflasi 2019) akan jatuh di kisaran 3,5 plus minus satu persen," kata Dody di Gedung BI, Jakarta, Jumat (11/1).

Dodi menambahkan, inflasi pada pekan pertama Januari 2019 berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) cukup bagus. Dia mengatakan inflasi pada waktu tersebut sekitar 0,5 persen.

Jika dilihat secara year on year (yoy), kata dia, inflasi pada pekan pertama Januari 2019 sebesar 3,03 persen. "Jadi bagus artinya penyebab yang menyebabkan inflasi bahan pangan seperti daging, telur, cabai, bawang tapi relatif dengan angka 0,3 persen," jelas Dody.

Dengan begitu, Dody memastikan saat ini BI melihat tekanan inflasi dari pangan relatif stabil. Hal itu menurutnya jika dibandingkan dengan tekanan inflasi tahun lalu.

Hanya saja, Dody mengakui risiko inflasi pada dasarnya akan tetap ada. "Seandainya pemerintah akan melepas untuk kebijakan BBM nya, artinya kemungkinan ada penyesuaian harga BBM domestik," ujar Dody.

Meskipun begitu, risiko inflasi tersebut menurutnya masih dalam perhitungan yang dilakukan BI. Dia menegaskan kemungkinan risiko inflasi tersebut masih dalam penghitungan proyeksi BI untuk tahun ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement