Kamis 10 Jan 2019 18:38 WIB

Afrika dan Eropa Bisa Jadi Tujuan Ekspor Produk Halal

Populasi muslim di Eropa besar tapu belum ada perjanjian bilateral yang masif.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Pengunjung melihat-lihat produk pada pamaren Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 di Gedung Smecsco, Jakarta, Kamis (1/11). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pameran Indhex 2018 yang berlangsung 1-3 November 2018.
Foto: Prayogi/Republika
Pengunjung melihat-lihat produk pada pamaren Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018 di Gedung Smecsco, Jakarta, Kamis (1/11). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pameran Indhex 2018 yang berlangsung 1-3 November 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eropa dan Afrika bisa menjadi negara tujuan ekspor produk halal. Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, pasar industri halal di Eropa memang ada. Hanya saja tidak sebesar di Afrika dan Timur Tengah.

"Ini kalau kita lihat, setidaknya ada enam negara atau daerah (sekitar Eropa) yang mayoritas muslim penduduknya yakni Turki, Azerbaijan, Kazakhstan, Albania, Bosnia, dan Kosovo. Kita melihat, dari negara-negara tersebut masih belum ada perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia yang cukup masif kecuali Turki," kata Andry kepada Republika.co.id, Rabu, (9/1).

Meski begitu, kata dia, bila dilihat dari jumlah meski bukan mayoritas, Jerman justru yang mempunyai penduduk muslim terbesar, lalu Prancis, disusul Inggris. Negara-negara itu diisi oleh para imigran Muslim.

"Maka saya rasa ini pasar yang perlu digarap tentunya melalui bantuan pemerintah. Ini dipermudah karena negara-negara tersebut sudah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia," ujar Andry.

Selain Eropa, ia menambahkan, pasar baru yang potensial masih di Afrika. Ini ditopang dari segi pendapatan masyarakat di negara-negara yang mulai mengalami peningkatan dan memiliki preferensi konsumsi beragam, ditambah penduduk muslim yang tidak sedikit.

"Sehingga produk impor dari Indonesia. Khususnya halal masih dapat berkembang di kawasan tersebut," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement