Ahad 16 Dec 2018 13:39 WIB

KKP akan Salurkan Bantuan 200 Juta Benih pada 2019

Tahun ini total bantuan benih ikan yang disalurkan mencapai sekitar 115,6 juta ekor

Budidaya ikan di Danau Toba (ilustrasi)
Foto: Septianda Perdana
Budidaya ikan di Danau Toba (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Coco Kokarkin Soetrisno menyatakan akan menyalurkan bantuan sebanyak 200 juta ekor benih pada 2019. Pemberian bantuan benih untuk mendorong budi daya perikanan yang berkelanjutan.

"Bantuan benih disalurkan untuk meningkatkan produksi ikan baik dari air tawar, payau dan laut," kata Coko Kokarkin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (16/12).

Berdasarkan komposisinya, maka bantuan benih perikanan itu adalah sebesar 24 persen benih ikan air tawar, 74 persen benih ikan air payau, dan 2 persen benih ikan air laut. Sedangkan pada tahun 2018 total bantuan benih ikan yang disalurkan mencapai sekitar 115,6 juta ekor atau 74,6 persen dari target yang ditetapkan yaitu 155 juta ekor.

Dari jumlah tersebut, dapat terbagi atas 17,2 juta benih ikan air tawar disebar di 18 provinsi, 71 kabupaten/kota; 95,6 juta benih ikan air payau disebar di 12 provinsi, 46 kabupaten/kota; serta 2,6 juta ekor benih ikan air laut di 15 povinsi, 53 kabupaten/kota.

"Dampak lain dari bantuan benih ini adalah tersebarnya benih bermutu di masyarakat pembudi daya, sehingga ke depannya masyarakat diharapkan meningkatkan penggunaan benih unggul," katanya.

Selain itu, ujar dia, KKP juga mengharapkan hal itu mampu memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan ikan masyarakat dalam mendukung peningkatan konsumsi ikan melalui program Gemarikan (Gemar Makan Ikan).

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pelaku usaha nasional untuk mengambil manfaat dari permintaan terhadap konsumsi ikan yang tidak pernah berhenti dan terus meningkat.

Ia mengingatkan bahwa budi daya ikan sejak 30 tahun terakhir di seluruh dunia menjadi tumpuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang naik setiap hari, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus naik.

Susi berpendapat bahwa ke depannya, permasalahan penting dinilai bukan lagi terkait permasalahan ideologi dan politik, tetapi lebih kepada persoalan keamanan pangan. Ia mengingatkan penerapan pengelolaan budi daya berkelanjutan di sektor kelautan bakal menjamin kesuksesan bisnis perikanan nasional ke depannya.

Susi mencontohkan salah satu hal yang bisa diterapkan adalah penggunaan lahan tambak seharusnya sudah harus mengalokasikan sebagian area untuk bakau. Selain menjaga abrasi, bakau juga merupakan benteng lingkungan alamiah yang memfilter kualitas air dalam tambak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement