Jumat 07 Dec 2018 16:14 WIB

Sri Mulyani Yakin Target Penerimaan Negara Terlampaui

Tren kenaikan dilatarbelakangi penerimaan perpajakan dan PNBP yang positif.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Satya Festyiani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada acara Indonesian Banking Expo (IBEX) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan pada acara Indonesian Banking Expo (IBEX) 2018 di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA --- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin realisasi kinerja penerimaan negara tahun ini akan mencapai target. Hal ini berdasarkan kinerja penerimaan negara yang mengalami tren kenaikan. 

Hingga akhir November 2018, realisasi dari kinerja penerimaan negara mencapai Rp 1.645,5 triliun dari target APBN 2018 sebesar Rp 1.894,7 triliun. “Penerimaan negara akan terlampaui. Dengan tren kenaikan ini, akhir tahun bisa lebih dari 100 persen,” tutur Sri Mulyani usai membuka Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali pada Kamis (6/12).

Menurutnya, penerimaan negara yang mengalami tren kenaikan dilatarbelakangi penerimaan perpajakan dan peneriman negara bukan pajak (PNBP) yang positif seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Di sektor perpajakan, misalnya, hingga kuartal III, penerimaan perpajakan telah mencapai  Rp 1.301,4 triliun, atau tumbuh sebesar 15,3 persen dibanding periode yang sama pada 2017.  Menurut Sri Mulyani, pencapaian tersebut jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Begitupun di sektor kepabeanan dan cukai yang juga mengalami pertumbuhan positif. Sri Mulyani mengatakan, penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai hingga kuartal III naik 14,7 persen atau Rp 164,8 triliun. Kendati bea keluar mengalami peningkatan seiring naiknya harga komoditas yakni mencapai Rp 6,2 triliun, menurutnya, hal tersebut tak akan berdampak signifikan.“Pertumbuhan perpajakan cukup menggembirakan dengan harga minyak yang bagus,” katanya

Realisasi pajak penghasilan minyak dan gas (PPh Migas), jelas Sri Mulyani, juga mengalami pertumbuhan. Hingga kuartal III, tercatat realisasi PPh Migas mencapai Rp 59,8 triliun. Naiknya harga minyak dunia mendorong pertumbuhan dari PPh Migas. Di sektor nonmigas, penerimaan negara juga mengalami pertumbuhan mencapai Rp 591,6 triliun. Sementara sektor lainnya pun mengalami peningkatan, seperti pajak pertambahan nilai (PPN) naik 14,1 persen atau mencapai Rp 459,9 triliun. Pajak bumi dan bangunan (PBB) mencapai Rp 18,7 triliun dan pajak lainnya Rp 6,6 triliun. Sedangkan, realisasi pendapatan dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp 342,5 triliun. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement