Jumat 12 Oct 2018 11:50 WIB

30 SPBU Telah Beroperasi di Lokasi Terdampak Gempa Sulteng

Kondisi kelistrikan Sulteng juga semakin baik.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Sepuluh SPBU di Palu beroperasi 24 jam.
Foto: Pertamina
Sepuluh SPBU di Palu beroperasi 24 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memastikan penanganan listrik dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) pascagempa di Palu, Donggala dan Sigi berjalan dengan baik. Posko ESDM Siaga Bencana melaporkan, hingga 10 Oktober 201, pukul 24.00 WIB, sebanyak 30 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi.

"Laporan Posko ESDM Siaga Bencana menginformasikan bahwa hingga kemarin (Rabu), 30 SPBU sudah beroperasi, rinciannya 15 di Kota Palu, tujuh di Donggala, satu di Sigi, dan tujuh di Parimo," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat (12/10).

Kondisi kelistrikan juga semakin baik. Usai beroperasinya tujuh gardu induk, empat transmisi, 45 penyulang, 1.619 gardu distribusi dan 60 genset, daya mampu pembangkit listrik Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga tanggal 9 Oktober 2018 adalah 101,2 Megawatt (MW). Beban puncak mencapai 45,13 MW.

"Sehingga cadangan yang dimiliki sistem kelistrikan Sulawesi Tengah yaitu 56,07 MW," lanjut Agung.

Untuk pasokan elpiji, Pertamina juga melakukan pengecekan operasi pasar untuk dapat memenuhi pasokan elpiji di wilayah palu dan sekitarnya, di antaranya pengecekan operasi pasar di jalan Veteran No 29 Palu dengan alokasi 560 tabung, di lokasi ini terjual 250 tabung. Di kelurahan Talise Palu, dari alokasi 560 tabung, terjual 474 tabung.

Penyediaan air bersih melalui sumur bor juga terus dilakukan. Pengeboran yang sudah selesai adalah Posko-posko pengungsian yang terletak di Kantor ESDM Sulteng dengan kedalaman 11 meter (m), Kantor Gubernur Sulteng dua titik dengan kedalaman masing-masing 30 m, Rumah Sakit lapangan Bunderan Biromaru, Kabupaten Sigi (revitalisasi sumur) dan Masjid Agung dengan kedalaman kedalaman 30 m.

"Proses pengeboran sumur untuk penyediaan air bersih juga tengah berlangsung di Posko pengungsian Lapangan Vatulemo kedalaman, Posko Bencana Kementerian ESDM dan di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantipulare (pasar baru biromaru)," terangnya.

Tim Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga tengah memeriksa lokasi terdampak gempa bumi di Petobo dan Balaroa. PVMBG juga melakukan peninjauan lokasi calon hunian tetap di Duyu, Talise Tondo dan Sidera.

"Pertemuan dengan Dirjen Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pusat Studi Gempa Bumi Nasional dilakukan guna membicarakan kajian kegeologian dan upaya mitigasi bencana gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah," imbuh Agung. Tim PVMBG juga melakukan pemeriksaan di daerah yang mengalami longsor akibat gempa bumi dengan menyusuri pantai barat Teluk Palu hingga ke Tanjung Padang.

Tim Kementerian ESDM Siaga bencana Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah hadir di POSKO ESDM Siaga Bencana sejak tanggal 7 Oktober 2018 berjumlah 38 Tim ESDM Response Team (ERT), yang terdiri dari 42 perusahaan dengan total personel ERT 350 orang, yaitu tim rescue 195 orang, medis 56 orang, dokter 31 orang, operator 22 orang, kemananan tiga orang dan support 43 orang.

"Beberapa perusahaan pertambangan telah tiba dan tengah menuju posko ESDM. Alat berat yang berjumlah 16 unit juga terus mendukung kegiatan evakuasi. Bantuan logistik terus kami data. Pemberian vaksin dan dekontaminasi kepada seluruh personel ERT yang setiap hari berada di lapangan juga dilakukan agar tidak menyebarkan bakteri," pungkas Agung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement