Jumat 12 Oct 2018 06:45 WIB

Korsel Tawarkan Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM Indonesia

Kondisi UMKM di Indonesia memiliki kemiripan dengan UMKM di Korsel

Perajin UKM (ilustrasi)
Foto: nenygory.wordpress.com
Perajin UKM (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Korea Selatan melalui Industrial Bank of Korea menawarkan perluasan akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia. Dalam hal ini Industrial Bank of Korea menawarkan berbagai kemudahan pembiayaan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring setelah pertemuan bilateral dengan CEO Industrial Bank of Korea Kim Do Jin Korea Selatan, di Nusa Dua Bali, Kamis (11/10), mengatakan Korea secara khusus menawarkan perluasan akses pembiayaan bagi para pelalu UMKM di Indonesia.

Di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018, Meliadi menjelaskan bahwa Industrial Bank of Korea memberikan prioritas khusus kredit bagi UMKM di Indonesia. Meliadi bersama CEO Industrial Bank of Korea Kim Do Jin sebelumnya membicarakan prospek kerja sama antara Industrial Bank of Korea dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

Untuk kepentingan itu, Industrial Bank of Korea akan membuka kantor cabangnya di Indonesia. "Untuk tahap pertama Industrial Bank akan membuka cabang di Jakarta selanjutnya di daerah-daerah lain," katanya.

Dalam pertemuan itu diketahui bahwa proses dan persyaratan yang dibutuhkan bagi Industrial Bank of Korea untuk beroperasi di Indonesia sudah dalam tahap final. Namun, Meliadi justru menekankan pada harapan agar bank tersebut mengkoordinasikan bank-banknya agar menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya kepada UMKM di Indonesia.

"Kami juga mengarahkan agar mereka menyalurkan dana CSR ke UMKM di Indonesia yang belum bankable sehingga bisa naik kelas untuk kemudian layak mengakses kredit komersial ke bank tersebut," katanya.

Tercatat di Korea sendiri lebih dari 20 persen kredit yang disalurkan Industrial Bank of Korea dialokasikan untuk para pelaku UMKM di negara itu. Jumlah pelaku UMKM di Korea cukup besar atau mencapai 99,8 persen dari unit usaha yang ada sehingga cenderung mirip dengan kondisi yang berkembang di Indonesia.

"Jadi secara persentase memang mirip tapi kalau di kuantitatifkan menjadi sangat berbeda karena jumlah UKM di Korea hanya sekitar 3,4 juta sementara jumlah UKM di Indonesia mencapai 59,3 juta unit," kata Meliadi.

Secara umum, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi tawaran Korea Selatan dan berharap kerja sama kedua negara dalam hal pengembangan UMKM semakin berkembang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement