Selasa 09 Oct 2018 16:57 WIB

Tahun Ini Aplikasi Pertanian Targetkan 100 Mitra

Mitra tersebut merupakan proyek percobaan asal Jawa Timur.

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda
Ilustrasi Aplikasi Ponsel
Foto: pixabay
Ilustrasi Aplikasi Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi Algritz yang merupakan sistem digital untuk sektor pertanian akan dirilis tahun ini. Algriz menargetkan keterlibatan 100 mitra pada 2018 ini.

Co Founder Algriz Irfan Nugroho mengatakan, 100 mitra tersebut merupakan proyek percobaan yang berasal dari Jawa Timur. Mereka merupakan mitra yang terlibat dalam sistem pelelangan agro yang rutin diadakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Dalam dua hari pelaksanaan lelang, uang yang berputar bisa mencapai Rp 84 miliar. Lingkaran pelelangan yang dilakukan Kadin Jatim sudah cukup baik dan solid sehingga dijadikan percontohan bagi Algriz.

"Kami memanfaatkan komunitas kental itu untuk ke Algriz. Kami akan terlibat pada lelang-lelang yang selanjutnya," katanya, Selasa (9/10). Kadin Jatim sedikitnya telah menggelar lelang agro lebih dari lima kali.

Nantinya, selain melakukan transaksi secara offline, para mitra juga bisa bertransaksi secara online dengan Algriz. Bahkan dengan cakupan yang jauh lebih luas.

Saat ini, Algriz telah bekerja sama dengan Kereta Api (KA) logistik, Sarinah dan peritel lainnya sebagai akses pasar dan memudahkan distribusi. Apalagi, KA Logistik telah memenuhi simpul dari ujung Banyuwangi hingga Banten.

"Jadi bisa dipastikan waktu terima barang dari Banyuwangi ke Purwokerto misalnya," ujar dia. Dalam waktu dekat, pembukaan pasar lokal menjadi target awal untuk kemudian memperluasnya hingga ekspor.

"Kita usahakan (pasar ekspor) secepat itu," kata dia.

Algriz akan memudahkan konsumen mendapatkan produk yang diinginkan dengan mengetik nama produk, misalnya 100 ton jagung. Petani yang terkait nantinya akan menerima notifikasi untuk kemudian melakukan transaksi lebih lanjut.

Guna mewujudkan sistem ini tentunya diperlukan data yang akurat. Untuk itu, Jawa Timur dipilih sebagai percontohan pada tahap ini.

Selain itu, Algriz yang merupakan solusi bisnis agro 4.0 akan melibatkan kurang lebih 40 ribu peserta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari seluruh Indonesia. Mereka diarahkan untuk menjadi jembatan yang menghubungkan antara generasi milenial di kota dengan petani di desa.

Founder Algriz Rinaldi Napitupulu mengatakan pembentukan sistem dalam Algriz menjadi yang terpenting untuk dapar dimanfaatkan secara luas. Masa kini dan masa depan masyarakat antar bangsa dihadapkan pada perubahan cepat yang didorong oleh revolusi perdagangan, teknologi, transportasi, pariwisata, telekomunikasi, informasi, artificial intelligence  yang menuntut penguasaan teknologi tinggi dan kemampuan untuk bersaing. Keuletan dan ketangguhan suatu negara di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan akibat dampak perubahan iklim, menuntut pengelolaan ketahanan pangan sebagai salah satu elemen penting dalam ketahanan ekonomi nasional. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement