Selasa 25 Sep 2018 18:11 WIB

Kemendes PDTT Berangkatkan 21 KK Calon Transmigran

Tak hanya diberi lahan para transmigran mendapat jaminan hidup selama lima tahun.

Kemendes PDTT Pelepasan transmigran Yogyakarta ke Kaltara.
Foto: Kemendes PDTT
Kemendes PDTT Pelepasan transmigran Yogyakarta ke Kaltara.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberangkatkan 21 Kepala Keluarga (KK) calon transmigran asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka akan diberangkatkan menuju Tanjung Buka Satuan Permukiman 6B di Kabupatan Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

"Dalam program ini kita sudah mempersiapkan lahan mereka. Permukiman juga harus sudah clean and clear. Artinya siap dihuni dan kesiapan aspek kelengkapan serta administrasi sudah selesai," kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi, saat menghadiri acara pelepasan transmigran di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (25/9).

Anwar menambahkan, para transmigran tersebut telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang diharapkan akan bisa menambah keterampilan, gagasan, dan ide apa yang harus dikembangkan di wilayah daerah transmigrasi tersebut. Bentuk pelatihan yang diberikan antara lain cara bertani dan beternak.

photo
Kemendes PDTT Pelepasan transmigran Yogyakarta ke Kaltara.

"Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Kemendes PDTT sudah melakukan pelatihan. Semoga menjadi pengalaman bapak-ibu di tanah harapan," pesannya pada para transmigran.

Para transmigran tersebut, lanjut Anwar, tidak hanya diberikan lahan dan rumah. Mereka juga mendapatkan jaminan hidup selama lima tahun pada masa transisi di tanah kehidupan baru. Jaminan tersebut bukan dalam bentuk uang, melainkan berupa bahan alat-alat stimulan yang dapat mendorong mereka menjadi mandiri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans), R Hari Pramudiono mengatakan, pelepasan transmigran ini dilakukan melalui program sharing APBD. Skema ini merupakan sebuah terobosan yang diawali komitmen penuh Kepala Daerah untuk mendukung program transmigrasi. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) juga terus diinisiasi dengan sejumlah pemerintah daerah, di antaranya dengan Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

"Animo masyarakat banyak. Sebanyak 21 KK ini adalah transmigran yang sudah melakukan serangkaian seleksi. Mereka orang-orang terbaik, ada sarjana juga. Kita melakukan pelatihan dan binaan. Mudah-mudahan jika bekerja keras akan berhasil ke depannya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Yogyakarta, Sri Paduka Pakualam X mengatakan, kerja sama antardaerah harus dilakukan untuk bisa berkembang secara dinamis dan komperhensif. Pola kerja sama tersebut diyakini juga akan mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan.

"Saya menyambut baik penandatanganan MoU ketransmigrasian tahun 2019, sebagai titik awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Selamat atas keberangkatan para transmigran sebanyak 21 KK dengan total 72 jiwa ke Bulungan," katanya.

Secara keseluruhan, jumlah transmigran yang akan diberangkatkan terdiri atas lima KK (17 jiwa) asal Kota Yogyakarta, sembilan KK (32 jiwa) asal Kabupaten Sleman, dan tujuh KK (23 jiwa) asal Kabupaten Bantul. Bersamaan dengan keberangkatan para transmigran, pemerintah juga memberikan bantuan berupa genset, solar cell, dan sandang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement