Rabu 12 Sep 2018 19:31 WIB

BI: 5.000 Investor Asing akan Hadiri Pertemuan IMF di Bali

Pertemuan itu akan memberikan manfaat tak hanya untuk Bali, tapi Indonesia.

Doa bersama (matur piuning) di Pura Agung Besakih, Karangasem jelang pelaksanaan pertemuan tahunan Bank Dunia - Dana Moneter Internasional (IMF) 2018 di Bali.
Foto: Republika/Mutia Ramadhani
Doa bersama (matur piuning) di Pura Agung Besakih, Karangasem jelang pelaksanaan pertemuan tahunan Bank Dunia - Dana Moneter Internasional (IMF) 2018 di Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Bank Indonesia memperkirakan sekitar 3.500 hingga 5.000 investor mancanegara akan menghadiri pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bali, 8-14 Oktober 2018. Para investor itu merupakan petinggi perusahaan.

"Yang perlu kami perhatikan juga adalah kehadiran para investor, mereka merupakan para petinggi perusahaan dengan portofolio triliun dolar," kata Kepala Unit Khusus di Bank Indonesia untuk Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Peter Jacobs dalam lokakarya percepatan pengembangan wisata "MICE" di Nusa Dua, Bali, Rabu.

Untuk itu, pertemuan keuangan yang diklaim terbesar tersebut diharapkan menjadi momentum dalam mengenalkan potensi di Indonesia di mata para penanam modal dunia itu.

Selain ribuan pengusaha atau investor itu, pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali akan dihadiri sekitar 3.000 hingga 4.000 delegasi resmi, pengamat (1.000), wartawan (1.000), staf IMF dan Bank Dunia (1.500), institusi lainnya (1.000), serta pihak terkait lainnya mencapai sekitar 1.500 orang.

Baca juga,  Luhut: Pertemuan IMF, Indonesia Semakin Dikenal.

Ia menjelaskan tidak hanya untuk jangka pendek, pertemuan yang dijadwalkan dihadiri total sekitar 15 ribu peserta dari 189 negara itu juga memberikan manfaat jangka panjang tidak hanya bagi Bali tetapi juga Indonesia.

Peter menyebutkan ajang itu akan menunjukkan kepemimpinan Indonesia sebagai tuan rumah yang membahas isu ekonomi global. Selain itu, menjadi momentum bagi sektor perdagangan dan investasi untuk mengenalkan produk unggulan Indonesia kepada dunia, mengenalkan peluang investasi dan usaha di Tanah Air.

Benefit untuk jangka panjang lain, kata dia, mempromosikan potensi pariwisata dan bisnis pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau "MICE" serta momentum perbaikan infrastruktur pariwisata.

Tidak hanya itu, transfer ilmu pengetahuan dan memperkaya jaringan internasional juga merupakan manfaat jangka panjang dari pertemuan akbar itu.  Peter mengungkapkan selama pertemuan IMF dan Bank Dunia, untuk pertama kalinya juga akan menghadirkan 10 pemimpin regional Asia Tenggara dalam "ASEAN Leaders Meeting".

Pertemuan yang membahas perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu terkini lainnya itu terbagi dalam tiga sesi utama IMF dan Bank Dunia. Pertemuan pertama yakni sidang umum, kemudian IMFC yang dihadiri seluruh gubernur bank sentral dan Development Committee (DC) yakni pertemuan para menteri keuangan.

Sesi pendukung lain dalam pertemuan itu yakni pertemuan 20 negara ekonomi dunia atau G-20, pertemuan negara berkembang atau G-24, pertemuan negara Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan atau BRICS serta pertemuan regional lainnya.

Kegiatan lain yang akan mewarnai pertemuan yang dilaksanakan di Nusa Dua itu yakni seminar, diskusi dan jumpa media.   Selain itu, Peter menambahkan akan ada 2.000 kegiatan paralel lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta termasuk para akademisi dan pihak terkait lainnya.  "Kegiatan paralel itu tidak hanya dilaksanakan di Nusa Dua tetapi juga di Kuta, Seminyak dan tempat terdekat dari Nusa Dua lainnya," ucap Peter

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement