Rabu 12 Sep 2018 18:13 WIB

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Sore Ini

Rupiah sempat berada di level Rp 14.860 pada siang hari ini

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta,Ahad (2/9).
Foto: Republika/Prayogi
Petugas menghitung pecahan dolar Amerika Serikat dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta,Ahad (2/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurs rupiah ditutup menguat pada perdagangan mata uang sore ini, Rabu, (12/9). Dengan begitu berada di level Rp 14.833 per dolar AS. 

Sebelumnya pada pukul 15.30 WIB, Mata uang Garuda tersebut terdepresiasi tiga poin atau 0,02 persen ke Rp 14.860 per dolar AS. Sementara pagi tadi dibuka menguat 0,05 persen atau tujuh poin di Rp 14.850 per dolar AS. 

Kemudian, berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah berada di level Rp 14.863 per dolar AS. Angka tersebut lebih lemah dibandingkan posisi Senin lalu, (10/9), di Rp 14.835 per dolar AS. 

Berbanding terbalik dengan laju kurs rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah. Pada akhir perdagangan, indeks saham ditutup melemah 0,57 persen atau 32,97 poin di 5.798,15.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada sudah memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.861 sampai Rp 14.847 per dolar AS. "pergerakan Rupiah masih terlihat volatilitasnya yakni memiliki peluang untuk kembali melemah seiring masih besarnya potensi kenaikan dolar AS," ujarnya di Jakarta, Rabu, (12/9).

Menurutnya, langkah Bank Sentral Cina yang siap mengeluarkan berbagai kebijakan termasuk melemahkan mata uang yuan Cina dapat berimbas pada kembali melemahnya laju rupiah. "Maka diharapkan sentimen dari Italia terkait paparan APBN nya dapat memperkuat euro untuk mengimbangi kenaikan dolar AS sehingga rupiah tidak melemah lebih dalam," jelas Reza.

Ia berharap, pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Selain itu, kata Reza, tetap cermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement