Kamis 06 Sep 2018 18:07 WIB

Kamis Sore Rupiah Menguat ke Posisi Rp 14.895 per Dolar AS

Laju penguatan mata uang dolar AS tertahan kabar negosiasi perdagangan AS dan Kanada.

Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (6/9) sore bergerak menguat sebesar 33 poin. Rupiah menguat ke level Rp 14.895 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.928 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan bahwa laju penguatan mata uang dolar AS cenderung tertahan setelah muncul kabar mengenai negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Kanada mengalami kemajuan. "Pergerakan dolar AS tertahan di tengah meredanya kekhawatiran terhadap tensi perdagangan global. Situasi itu mendukung permintaan aset di negara berkembang," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi mata uang domestik relatif masih terbatas mengingat ketegangan dagang Amerika Serikat dan Cina masih dapat meningkat.

Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova mengatakan, pengendalian impor yang diterapkan pemerintah turut menjadi salah satu sentimen yang menopang mata uang rupiah. "Kebijakan itu dinilai dapat memperbaiki kinerja neraca perdagangan ke depannya," katanya.

Kemarin (5/9), pemerintah mengumumkan kebijakan pengendalian impor barang konsumsi melalui penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147 pos tarif sebagai strategi mengatasi defisit neraca transaksi berjalan.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini, Kamis (6/9), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi Rp 14.891 dibanding sebelumnya (Rabu, 5/9) di posisi Rp 14.927 per dolar AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement