Selasa 19 Jun 2018 13:43 WIB

Trump Ancam Serang Cina dengan Tarif Baru

Kebijakan ini akan meningkatkan perang perdagangan antara AS dengan Cina

Rep: Binti Solikah/ Red: Bilal Ramadhan
Donald Trump
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif 10 persen menjadi 200 miliar dolar AS (150,76 miliar pound) terhadap barang-barang Cina. Hal tersebut akan meningkatkan perang perdagangan antara AS dengan Beijing.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (18/6), Trump mengaku telah meminta Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk mengidentifikasi produk-produk Cina yang harus dikenakan tarif baru. Dia mengatakan langkah itu sebagai pembalasan atas keputusan Cina untuk menaikkan tarif sebesar 50 miliar dolar AS untuk barang-barang AS.

"Setelah proses hukum selesai, tarif ini akan berlaku jika Cina menolak untuk mengubah praktiknya, dan juga jika bersikeras maju dengan tarif baru yang baru-baru ini diumumkan," kata Trump, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/6).

Lighthizer mengatakan dalam sebuah pernyataan mengenai kantornya sedang mempersiapkan tarif yang diusulkan dan mereka akan menjalani proses hukum yang sama seperti tarif sebelumnya, yang tunduk pada periode komentar publik, audiensi publik dan beberapa revisi. Dia tidak mengatakan kapan target daftar tarif barang-barang Cina akan diresmikan.

Washington dan Beijing tampaknya semakin mengarah ke konflik perdagangan terbuka setelah negosiasi gagal menyelesaikan keluhan AS atas kebijakan industri Cina, kurangnya akses pasar di China dan defisit perdagangan AS sebesar 375 miliar dolar AS. Pada Jumat pekan lalu, Trump mengatakan dia mendorong dengan tarif 25 persen pada produk Cina senilai 50 miliar dolar AS, yang mendorong Beijing untuk menanggapi dengan perlakuan sejenis.

Cina tampaknya tidak berniat mengubah praktik tidak adil terkait dengan akuisisi kekayaan dan teknologi intelektual Amerika. Alih-alih mengubah praktik-praktik itu, sekarang mengancam perusahaan-perusahaan, pekerja, dan petani Amerika Serikat yang tidak melakukan kesalahan apa pun, kata Trump.

Trump mengatakan jika Cina menaikkan lagi tarifnya sebagai tanggapan atas langkah terakhir AS. Maka AS akan menanggapi tindakan itu dengan mengejar tarif tambahan pada barang lainnya senilai 200 miliar dolar AS.

Seorang juru bicara Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan, tarif baru senilai 200 miliar dolar AS dalam barang-barang Cina yang ditargetkan untuk tarif 10 persen. Hal ini akan menggantikan tarif 100 miliar dolar AS sebelumnya yang dipesan Trump untuk dipersiapkan pada awal April sebagai tanggapan terhadap putaran pertama China sebesar 50 miliar dolar AS dalam tarif pembalasan.

Trump mengatakan dia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Cina, Xi Jinping dan mereka akan terus bekerja sama dalam banyak masalah. Tetapi, Trump juga berkata, Amerika Serikat tidak akan lagi mengambil keuntungan dari perdagangan Cina dan negara-negara lain di dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement