Selasa 19 Jun 2018 05:15 WIB

BI Fokus Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah akan menganggu stabilitas ekonomi di dalam negeri

Gubernur Bank Indonesia - Perry Warjiyo
Foto: Republika/ Wihdan
Gubernur Bank Indonesia - Perry Warjiyo

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Bank Indonesia (BI) berkomitmen akan fokus menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menjaga stabilisasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS.

"Fokus menjaga nilai tukar menjadi prioritas tertinggi BI untuk saat ini," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Sukoharjo, Senin (18/6).

Terkait hal itu, dikatakannya, langkah yang dilakukan salah satunya memperhatikan setiap perkembangan baru di luar negeri. "Pada Rapat Dewan Gubernur tanggal 27 dan 28 Mei kami siap melakukan sejumlah langkah untuk stabilitas ekonomi dan nilai tukar. Kami juga membahas kemungkinan kenaikan suku bunga kembali, prioritas kami yaitu kebijakan moneter adalah stabilitas," katanya.

Menurut dia, jika kebijakan luar negeri mewajibkan kenaikan suku bunga, maka Indonesia juga akan menaikkan suku bunga. "Tetapi istilahnya jika ada satu jamu pahit, kami juga akan mengeluarkan empat jamu manis, yaitu kami punya kebijakan untuk mengendorkan likuiditas," katanya.

Dengan demikian, mestinya kenaikan suku bunga perbankan tersebut tidak diikuti dengan kenaikan likuiditas dalam negeri. "Salah satu yang kami lakukan adalah pelonggaran kebijakan makroprudensial dalam bentuk uang muka 'loan to value ratio' untuk mendorong sektor perumahan. Itu yang kami bahas dalam 27 dan 28 Mei," katanya.

Pihaknya berharap dengan langkah tersebut stabilitas ekonomi dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi bisa terus terdorong.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement