Kamis 07 Jun 2018 23:48 WIB

BI Dorong Klaster Ekonomi di Daerah Bisa Genjot Ekspor

BI terus mendorong peningkatan kapasitas produksi berorientasi ekspor

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Nelayan menata ikan dalam keranjang di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (21/10).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Nelayan menata ikan dalam keranjang di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (21/10).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pembuatan klaster ekonomi di daerah yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) diharapkan bisa ikut menggenjot kinerja perdagangan. Selama ini pengembangan klaster, misalnya sektor pertanian dan perikanan, dinilai terlalu berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi demi menjaga laju inflasi. Ke depannya, BI menjajal membangun keberadaan klaster bisa ikut merampaikan pasar internasional dengan meningkatkan volume ekspor daerah.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endy Dwi Tjahjono, menjelaskan bahwa pada prinsipnya BI bersedia mendorong peningkatan kapasitas produksi berorientasi ekspor. Misalnya di sektor perikanan, Endy melanjutkan, BI bersedia untuk 'membantu' pengadaan cold storage atau mesin pendingin. Asalkan, peta jalan industri perikanan yang ada jelas dan terarah.

"Selama ini kan untuk mendorong inflasi kita banyak bikin cluster mengenai bawang merah, cabai, padi, atau bikin susu. Nah ke depan kami akan mulai memikirkan bagaimana caranya ekspor daerah bisa meningkat. Cold storage untuk ikan misalnya," kata Endy, Kamis (7/6) malam.

Selain menyasar klaster-klaster ekonomi yang berpotensi melebarkan pasar ke luar negeri, BI juga berencana membentuk forum antardaerah yang beranggotakan pimpinan daerah dan instansi terkait untuk merancang program peningkatan kinerja ekspor. Endy memandang, upaya-upaya untuk mendongkrak kinerja ekspor memang tak mudah. Karena menurutnya, semuanya berkaitan dengan kondisi pasar termasuk harga komoditas di pasar.

"Namun tak kalah penting, harus mengurai masalahnya di mana, bagaimana meningkatkan produksi, kualitas, dan marketing ke luar negerinya," katanya.

Klaster-klaster ekonomi yang dikembangkan BI Sumbar tersebar di sejumlah daerah. Untuk klaster hortikultura misalnya, serapan anggarannya sudah menyentuh Rp 668 juta. Namun angka dinilai sebanding dengan pemberdayaan yang bisa dihasilkan dalam program klaster ekonomi ini. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement