Senin 23 Apr 2018 17:56 WIB

BTN Pimpin Pangsa Pasar KPR

BTN masih memimpin pangsa pasar KPR baik subsidi maupun nonsubsidi.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Andi Nur Aminah
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (kanan)
Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendominasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, perseroan masih memimpin pangsa pasar KPR baik subsidi maupun nonsubsidi.

Maryono menjelaskan, kredit perumahan memang mendominasi penyaluran pinjaman emiten bersandi saham BBTN ini, yakni sebesar 91,09 persen per Maret 2018. KPR BTN tercatat tumbuh 22,37 persen dari Rp 121,71 triliun per Maret 2017 menjadi Rp 148,95 triliun pada Maret 2018 (yoy).

Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 20,76 persen dalam lima tahun terakhir dari Rp 67,97 triliun pada Desember 2013. Menjadi Rp 144,58 triliun pada Desember 2017.

 

"Dengan penyaluran tersebut, Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 37 persen per Desember 2017. Kami juga  mendominasi pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 95 persen," kata Maryono saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di gedung DPR, Jakarta, Senin, (23/4).

Ia menuturkan, perseroan sangat mendukung Program Satu Juta Rumah yang dijalankan pemerintah. Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 278.262 unit rumah dengan nilai kredit sebesar Rp 24,25 triliun per Maret 2018. Realisasi penyaluran tersebut telah mencapai 37,1 persen dari total target dukungan Bank BTN terhadap Program Satu Juta Rumah yakni sebanyak 750.000 unit rumah pada 2018.

Maryono pun menyatakan, pertumbuhan positif pinjaman tersebut juga diikuti dengan perbaikan rasio kredit bermasalah (NPL) nett yang berada di level 1,78 persen per Maret 2018. Angka itu turun dari 2,35 persen di bulan yang sama tahun lalu.

"Kami tetap mengutamakan asas kehatian-hatian dalam penyaluran kredit. Kami meyakini angka tersebut akan terus turun sejalan dengan upaya untuk memperbaiki kualitas kredit dan meningkatkan penyaluran kredit," ujar Maryono.

Secara keseluruhan, Maryono mengatakan, pertumbuhan kredit Bank BTN mencapi 19,34 persen menjadi Rp 202,5 triliun per Maret 2018. Menurut dia, pertumbuhan kredit tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia menyebutkan kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,2 persen per Februari 2018.

"Apresiasi Komisi XI atas kinerja kami akan menjadi pemacu bagi kami untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan. Kami meyakini tahun ini akan mampu mencapai target pertumbuhan," kata Maryono. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement