REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Bank Tanah akan memperkuat fokus menambah pelaksanaan program Reforma Agraria (RA) pada tahun ini. Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat menyampaikan, Bank Tanah akan mempercepat pemanfaatan lahan di Batang, Jawa Tengah untuk mendukung program tersebut.
"Kami akan fokus pada lahan yang sudah berada dalam pengelolaan kami dan statusnya sudah jelas," ujar Hakiki di Kantor Badan Bank Tanah, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Saat ini, Badan Bank Tanah telah mengelola sekitar 35 ribu hektare lahan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak minimal 30 persen harus dijadikan objek Reforma Agraria. Hakiki mengatakan, saat ini Badan Bank Tanah menyediakan sekitar 11 ribu hektare lahan untuk Reforma Agraria.
Hakiki menyampaikan, beberapa daerah seperti Cianjur yang menjadi kawasan untuk Reforma Agraria telah menujukkan progres positif. Dia menjelaskan, sebanyak 88 subjek penerima Reforma Agraria telah menandatangani perjanjian pemanfaatan. Kemudian, sebanyak 57 subjek telah didaftarkan sertipikatnya dan 96 calon subjek telah diverifikasi dan divalidasi yang selanjutnya akan dibuatkan SK Subjek Reforma Agraria oleh bupati.
Badan Bank Tanah juga memperkuat komitmennya untuk mendukung penyediaan lahan program perumahan rakyat. Lahan yang akan diperuntukkan sebagai perumahan ini berada di beberapa daerah seperti Kabupaten Batang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Batu Bara. Badan Bank Tanah akan melakukan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Kabupaten Batu Bara untuk pembangunan perumahan. Luas lahan yang disiapkan sekitar 27 hektare dan untuk tahap pertama sebanyak 5 hektare akan dibangunkan perumahan.