Kamis 29 Mar 2018 04:19 WIB

PLN Tunggu Investor Kembangkan Becak Listrik di Solo

becak listrik tersebut akan diberi nama Bimo.

Petugas PLN Distribusi Jawa Barat mengoperasikan penggunaan alat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat peresmian di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9). PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengoperasikan 15 SPLU di Kota Bandung serta 23 SPLU yang tersebar di Jawa Barat guna memudahkan serta memenuhi kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum bagi pelaku UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat.
Foto: Fahrul Jayadiputra/Antara
Petugas PLN Distribusi Jawa Barat mengoperasikan penggunaan alat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat peresmian di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9). PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengoperasikan 15 SPLU di Kota Bandung serta 23 SPLU yang tersebar di Jawa Barat guna memudahkan serta memenuhi kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum bagi pelaku UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- PT PLN (Persero) Area Surakarta masih menunggu investor untuk mengembangkan becak listrik agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Manajer PT PLN (Persero) Area Distribusi Surakarta Mundhakir mengatakan becak listrik tersebut akan diberi nama Bimo yang merupakan singkatan dari "Becak listrik untuk masyarakat Solo".

"Untuk perkembangan becak listrik kami sudah buat prototipenya, sudah diujicoba juga," kata dia, Rabu (28/3).

Melalui becak listrik ini, PLN ingin mengarahkan pemanfaatan tenaga mekanik dan fosil, beralih ke tenaga listrik. Ia mengatakan saat ini PLN masih terus menyempurnakan temuan tersebut sambil menunggu adanya investor yang tertarik untuk berinvestasi.

"Untuk becak listrik ini sekali pengisian baterei jika penuh bisa bertahan untuk operasional 4-5 jam, ini untuk kecepatan hingga 40 km/jam. Sejauh ini kami perbaiki terus agar ke depan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Terkait kerja sama dengan investor, PLN baru akan menjajaki kerja sama dengan Technopark Surakarta. Ia mengatakan untuk pengembangan becak listrik tersebut dibutuhkan dana Rp 7 juta/unit.

"Konsepnya adalah kami ingin ada investor yang mendanai temuan ini untuk selanjutnya kami yang bertugas menyediakan listriknya," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement