Ahad 25 Mar 2018 13:34 WIB

Rini Targetkan tidak Ada BUMN Merugi Tahun Ini

Tahun 2017, jumlah BUMN yang merugi mencapai 12 perusahaan.

Rini Soemarno
Foto: Republika/ Wihdan
Rini Soemarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Rini M Soemarno menargetkan pada 2018 tidak ada lagi perusahaan yang menderita kerugian. Pada 2017, jumlah BUMN yang mengalami defisit sebanyak 12 perusahaan.

"Tahun 2016 jumlah BUMN yang rugi mencapai 24 perusahaan, tahun 2017 turun menjadi 12 perusahaan. Tahun 2018 targetnya tidak ada lagi yang rugi," kata Rini, saat mengikuti Fun Bike BUMN 2018, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Ahad (25/3).

Menurutnya, berbagai langkah akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan terutama yang masih dalam keadaan defisit. "Banyak cara, namun yang paling utama adalah sinergi. Misalnya, BUMN dalam satu sektor yang sama, logistik pengadaan barang bisa dikoordinasikan sehingga lebih efisien," ujarnya.

Selain itu, sinergi BUMN juga diarahkan untuk saling memanfaatkan jasa ataupun produksi yang dihasilkan beberapa perusahaan. Ia menyoroti beberapa BUMN yang masih dalam tekanan keuangan yaitu PT Garuda Indonesia yang perlu berbenah agar kinerja operasi lebih bagus lagi.

Khusus untuk Garuda, kerugian karena lebih dikarenakan perusahaan ini terjebak dalam perang tarif dan rute penerbangan internasional yang tidak efisien. Sedangkan Krakatau Steel kerugiannya membengkak disebabkan antara lain adanya dumping baja dari Cina.

Untuk itu ujarnya, BUMN yang merugi harus melakukan efisiensi, termasuk menjalin sinergi antar perusahaan. BUMN yang memiliki bisnis atau usaha yang sama juga diarahkan digabung.

Pada kesempatan itu, Rini menjelaskan secara konsolidasian 128 BUMN, pada 2017 membukukan laba komprehensif Rp183 triliun, naik sekitar 10 persen dibanding 2016. "Saya berterima kasih pada semua insan BUMN yang telah bekerja keras selama ini. Saya harapkan di tahun 2018, semua BUMN bisa untung dan keluarga besar BUMN bisa bahagia dan sejahtera bersama," ujar Rini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement