Rabu 07 Mar 2018 20:45 WIB

BEI Nilai Pelemahan IHSG Bersifat Sementara

Fundamental ekonomi nasional dinilai masih kondusif.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai indeks harga saham gabungan (IHSG) yang bergerak negatif hanya bersifat sementara. Hal itu karena fundamental ekonomi nasional dinilai masih kondusif. "Dari situasi yang ada, terutama perekonomian domestik tetap stabil, dan kinerja emiten positif, semestinya sentimen negatif IHSG hanya sesaat," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (7/3).

Ia mengatakan ekonomi domestik berjalan baik dan masih sesuai harapan. Namun, memang kemudian ada kebijakan dari pemerintah yang menimbulkan persepsi pasar berubah, yakni mengenai industri pertambangan yang akhirnya menekan saham-saham sektor pertambangan. "Kebijakan pemerintah mengenai pengaturan harga batubara mempengaruhi pasar, itu saya akui," katanya.

Tito Sulistio menambahkan persepsi lainnya adalah tentang ketidakpastian terkait likuiditas seiring dengan pembayaran pajak pada akhir Maret dan pelaksanaan 171 Pilkada serentak. "Ada pertanyaan apakah dana akan ditarik dari pasar untuk kepentingan itu. Saya tidak tahu," katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif dari kinerja emiten dapat menjaga kinerja IHSG. Dari sekitar 70 emiten yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar sudah menyampaikan laporan kinerja tahun buku 2017, dan hampir seluruhnya positif. "Pendapatan dan laba bersihnya rata-rata tumbuh sekitar 25 persen," katanya.

Sementara itu tercatat, IHSG BEI pada Rabu (7/3) ditutup melemah 131,84 poin atau 2,02 persen menjadi 6.368,26. aedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 24,62 poin (2,28 persen) menjadi 1.053,60.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement