Kamis 01 Mar 2018 23:13 WIB

Luhut: Pertemuan IMF Buat Indonesia Semakin Dikenal di Dunia

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia akan dihadiri 20 ribu delegasi.

Red: Nur Aini
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (kanan) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kedua kiri) dan Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan (tengah) meninjau kawasan KEK Mandalika yang dikelola ITDC di Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (1/3).
Foto: Ahmad Subaidi/Antara
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri), Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (kanan) didampingi Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer (kedua kiri) dan Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan (tengah) meninjau kawasan KEK Mandalika yang dikelola ITDC di Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (1/3).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pertemuan Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2018 membuat nama Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.

"Banyak hal yang kita dapat dari pertemuan ini. Salah satunya Indonesia semakin dikenal," ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau KEK Mandalika, Lombok Tengah bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo, Kamis (1/3).

Luhut menyebutkan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank akan dihadiri 18 ribu hingga 20 ribu delegasi dan peserta yang datang ke Bali. Hal itu termasuk, nantinya mereka akan mengunjungi Pulau Lombok. "Jadi semua kita pastikan semua siap, termasuk NTB," katanya.

Ia mengungkapkan, saat Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, IMF, Christine Lagarde, mengaku gembira dengan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai Indonesia. "Mereka juga mengakui bagaimana Ibu Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus D W Martowardojo bisa mengatur moneter dan fiskal, itu dibuat berimbang," ujarnya.

"Sehingga kita punya masalah inflasi rendah. Pertumbuhan ekonomi kita bagus walaupun di sana sini masih banyak kita perbaiki, seperti pendidikan kita perbaiki," kata Luhut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement