Jumat 23 Feb 2018 17:07 WIB

Totalindo Garap Proyek Rumah DP Nol Rupiah

Proyek rumah DP Nol Rupiah ini menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO).

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Peletakan batu pertama hunian DP 0 Rupiah Klapa Village di Pondok Kelapa.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Peletakan batu pertama hunian DP 0 Rupiah Klapa Village di Pondok Kelapa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Totalindo Eka Persada Tbk telah ditetapkan sebagai mitra kerja sama PD Pembangunan Sarana Jaya dalam proyek uang muka atau Down Payment (DP) Rp 0 Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Penetapan itu pun sesuai dengan ketentuan.

Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Tbk Donald Sihombing menjelaskan, pada 20 Desember 2017, Totalindo mengirimkan surat kepeminatan atas pengumuman pemilihan calon mitra kerja sama kepada Sarana Jaya. Kemudian Sarana Jaya meminta Totalindo melakukan presentasi.

"Dalam kesepakatan awal Sarana Jaya dan Totalindo sepakat melakukan kerja operasional untuk empat tower komersial. Lalu di awal Januari, Sarana Jaya meminta Totalindo untuk membangun satu dari tower komersial tersebut dijadikan rumah susun DP Rp 0 dan kita setuju," jelas Donald kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (23/2).

Kerja sama pengembangan proyek DP Rp 0 Klapa Village dengan Sarana Jaya tersebut, Pkata dia, menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO). Maka, masing-masing pihak berkewajiban untuk membiayai tanah, bangunan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan proyek sesuai penyertaan berdasarkan perjanjian kerja sama yaitu Sarana Jaya sebesar 75 persen dan Totalindo sebanyak 25 persen.

Dengan begitu, biaya tanah ditanggung oleh Totalindo sebesar 25 persen atau senilai Rp 14,7 miliar untuk tahap pertama. Lalu untuk tahap II senilai Rp 15,3 miliar.

Selanjutnya, biaya kontruksi yang ditanggung perseroan yakni 25 persen dari Rp 600 miliar yakni Rp 150 miliar untuk tahap I dan tahap II. "Jadi nanti di akhir proyek, kalau ada untung, kita bagi masing-masing 75 persen dan 25 persen juga dari keuntungan," ujar Donald.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, Totalindo juga diwajibkan mengambil alih tanggung jawab PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT) di Bank DKI sebesar Rp 34 juta. Kemudian diperhitungkan sebagai porsi penyertaan Totalindo.

"Perlu diketahui juga, proyek ini tidak menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Proyek ini juga tidak terkait dengan Dinas Perumahan," tegas Donald.

Ia menambahkan, Totalindo merupakan kontraktor swasta yang fokus mendukung Program Pemerintah DKI Jakarta dalam menyediakan hunian bagi warga Jakarta. Beberapa proyek Pemprov DKI Jakarta yang pernah dikerjakan perusahaan di antaranya Rumah Susun Tambora, Rumah Susun KS Tubun, serta Masjid Raya DKI Jakarta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement