Selasa 23 Jan 2018 15:56 WIB

Pemerintah Susun Struktur Holding Migas

Struktur terbagi atas sejumlah subholding.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
 Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati memberikan sambutan pada acara Khataman Alquran di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (7/12). PT Pertamina (Persero) menggelar acara Khataman Alquran di seluruh unit operasi Pertamina di Indonesia yang diikuti oleh pekerja dan sejumlah anak yatim untuk kelancaran bisnis Pertamina menjelang HUT ke-60.
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Direktur SDM Pertamina Nicke Widyawati memberikan sambutan pada acara Khataman Alquran di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (7/12). PT Pertamina (Persero) menggelar acara Khataman Alquran di seluruh unit operasi Pertamina di Indonesia yang diikuti oleh pekerja dan sejumlah anak yatim untuk kelancaran bisnis Pertamina menjelang HUT ke-60.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian BUMN membentuk susunan baru di dalam holding Migas. Bersama Pertamina, Kementerian BUMN menata struktur holding migas yang di dalamnya terbagi atas sub-holding.

Direktur Sumberdaya Manusia, PT Pertamina Persero, Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina sebagai induk holding tetap akan menjadi komando kegiatan hulu migas seperti pengeboran dan pengelolaan WK. Di bawah itu, ada empat subholding yang terbagi berdasarkan bidang bisnis.
 
"Jadi struktur Pertamina sebagai holding migas, nanti bentuk akhirnya itu holding adalah strategic holding, di bawahnya ada beberapa subholding. Seluruh anak usaha yang dimiliki Pertamina akan diintegrasikan jadi subholding upstream," ujar Nicke di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (23/1).
 
Nicke menjelaskan selain subholding upstream, ada subholding refinery dan petrokemikal yang akan dikonsolidasikan dengan subholding pengolahan. Ketiga, subholding ritel dan pemasaran yang bertugas untuk menata tata kelola jual beli dan pemasaran hasil produksi holding dan terakhir subholding gas.
 
Subholding gas inilah yang merupakan bagian yang akan dilebur bersama PGN. Perusahaan pelat merah yang mengurusi tata kelola gas ini nantinya akan menjadi operator dari tata kelola gas produksi holding. Namun, Nicke memastikan bahwa peleburan dan tata kelola subholding migas ini akan dilakukan secara bertahap. Sebab, perusahaan dan beberapa customer sudah berjalan.
 
"Kita tidak ingin mengganggu itu. Tim operasi yang akan detailkan tahapannya. Kita sepakat final structurenya seperti itu," ujar Nicke.
 
Nicke juga mengatakan nantinya dengan ada subholding ini maka isu-isu dan proyek strategis akan diputuskan dan dijalankan di dalam holding. Hal ini dinilai tidak akan mengganggu masing masing bisnis dari entitas yang ada di dalam holding.
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement