Senin 02 Mar 2026 04:40 WIB

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, 150 Kapal Tanker Berhenti Beroperasi Bikin Pasar Minyak Kian Bergejolak

Penutupan Selat Hormuz berpotensi dorong harga tembus 100 dolar AS.

epa08571193 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fighter boats surround a mockup aircraft carrier during a war game in Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA.  EPA-EFE/HANDOUT  HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES
Foto: EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/
epa08571193 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fighter boats surround a mockup aircraft carrier during a war game in Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA. EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sedikitnya tiga kapal dilaporkan diserang di sekitar Selat Hormuz, ketika Iran terus melancarkan serangan di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyebut dua kapal terkena serangan, sementara sebuah proyektil tak dikenal meledak sangat dekat dengan kapal ketiga.

Dilansir BBC, Senin (2/3/2026), Iran sebelumnya memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia.

Baca Juga

Aktivitas pelayaran internasional di pintu masuk selat tersebut hampir terhenti. Kekhawatiran gangguan distribusi telah mendorong kenaikan harga minyak global.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tiga kapal tanker milik Inggris dan AS terkena serangan rudal dan terbakar. Hingga kini, pemerintah Inggris dan AS belum memberikan komentar resmi.

UKMTO melaporkan adanya “beberapa insiden keamanan” di Teluk Arab dan Teluk Oman. Otoritas tersebut mengimbau kapal-kapal untuk berlayar dengan sangat hati-hati.

Platform pelacakan kapal Kpler mencatat sedikitnya 150 kapal tanker menjatuhkan jangkar di perairan Teluk, di luar Selat Hormuz. Namun, sejumlah kapal berbendera Iran dan China dilaporkan masih melintas.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi