Ahad 14 Jan 2018 21:27 WIB

JNE Gelar Pelatihan Pacu Daya Saing UKM Bandung

Peserta berfoto bersama saat pelatihan dan seminar bertajuk “Be Creative Be Competitive” yang digelar JNE di Kota Bandung.
Foto: DOK.JNE
Peserta berfoto bersama saat pelatihan dan seminar bertajuk “Be Creative Be Competitive” yang digelar JNE di Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Bandung dinilai sebagai kota yang kaya akan pelaku usaha kreatif. Pelaku usaha kecil dan menengah (UMK) pun bermunculan di Kota Bandung.

Pertumbuhan pelaku UMK kreatif ini juga tak terlepas dari tantangan. Termasuk dari perusahaan besar yang menawarkan produk serupa dengan harga terjangkau dan kemasan menarik, serta didukung dengan pemasaran digital. Di sisi lain, masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan pemasaran secara digital ini.

Inilah yang kemudian menarik perhatian JNE. Perusahaan jasa pendistribusian ini pun menggelar kegiatan seminar dan pelatihan untuk memacu daya saing pelaku UMK kreatif. Kegiatan bertajuk “Be Creative Be Competitive” yang digelar di Kota Bandung, Kamis (11/1), ini diikuti sekitar 130 pelaku UKM. Sebelum di Bandung, kegiatan serupa juga diadakan di Subang, Purwakarta, serta Cianjur.

Kegiatan seminar dan pelatihan yang diadakan JNE ini mengangkat tema besar “Building Brand By Good Packaging and Digital Marketing Strategy”. Head of Regional JNE Jabar, Murah Lestari, mengatakan, banyak aspek yang dapat ditingkatkan dari potensi UKM. Salah satunya pemasaran produk dengan memanfaatkan media daring (online). “Merebaknya pertumbuhan e-commerce memberikan kontribusi positif dalam pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal itu, kami juga ingin UKM, sebagai salah satu penopang ekonomi, bisa terus mengalami pertumbuhan yang baik,” dalam keterangan tertulis yang diterima republika.co.id, Ahad (14/1).

Oleh karena itu, Murah Lestari mengatakan, dalam seminar dan pelatihan ini, JNE menghadirkan para pakar dan praktisi dalam bidang pemasarang secara daring yang dapat memberikan informasi maupun inspirasi. Dalam kegiatan di Bandung di antaranya dihadirkan Hendra Gautama, pemilik pabrik kemasan. Saat itu para peserta ditantang membawa produknya dan mempraktikkan langsung cara dan strateginya dalam pengemasan barang atau produk.

Selain menyangkut sisi kemasan produk, peserta juga mendapat pelatihan mengenai media sosial dan strategi dalam memanfaatkannya untuk memasarkan dan menjual produk. Pada sesi ini dihadirkan Nicko Ibrahim, akademisi dari Universitas Maranatha Bandung, serta Eddy Brokoli, praktisi online yang juga selebritas. Keduanya hadir membagi pengalaman juga menjawab pertanyaan dari para peserta.

Peserta juga diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai tata cara maupun strategi dalam mendistribusikan produk. Baik pendistribusian di dalam kota maupun luar kota, bahkan sampai ke luar negeri. Edukasi dan strategi mengenai pendistribusian ini diberikan Sebastian, selaku Sales Retail Section Head JNE Bandung. 

Kepala Cabang JNE Bandung Iyus Rustandi mengatakan, dalam seminar dan pelatihan ini, JNE berupaya menyampaikan berbagai pengetahuan untuk mendukung pengembangan UKM. Peserta dilatih cara pengemasan produk yang lebih baik agar nilai jual produk bertambah, dan diajarkan juga mengenai strategi pemasaran dengan memanfaatkan media digital. Menurut dia, selain harus dapat meningkatkan daya saingnya dalam memasarkan produk, pelaku e-commerce pun mesti dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung aktivitas pengiriman secara maksimal. “Kami juga memberikan pengetahuan tentang layanan JNE dan tips mau pun trik dalam penggunaannya agar lebih maksimal dalam mendukung aktivitas bisnis para UKM,” ujar Iyus. 

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement