REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatatkan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 mencapai sebesar 156,5 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya sebesar 150,1 miliar dolar AS. Juga lebih tinggi dibandingkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir 2024 sebesar 155,7 miliar dolar AS.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Denny mengatakan, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” ujarnya.
Ke depan, Denny mengatakan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing yang diperkirakan terus berlanjut. Hal itu dinilai sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.